Ekonesia – AC Milan sukses mengukir kemenangan krusial dalam laga lanjutan Liga Italia, menundukkan Torino dengan skor tipis 3-2. Pertandingan yang berlangsung sengit ini menjadi titik balik penting bagi Rossoneri, yang sebelumnya terperosok dalam performa kurang meyakinkan. Gol spektakuler dari Strahinja Pavlovic dan kembalinya Santiago Gimenez setelah absen panjang menjadi sorotan utama dalam duel penuh drama ini.
Baca juga: Kereta Cepat: AHY Ngebut RPP, Jakarta-Surabaya Menyusul?
Milan memasuki lapangan dengan beban berat di pundak. Setelah sepekan yang mengecewakan, posisi mereka di klasemen melorot drastis, menjauh dari persaingan gelar juara dan justru mendekati peringkat kelima. Absennya bintang utama Rafael Leao karena cedera memaksa pelatih menunjuk Niclas Fullkrug sebagai ujung tombak, sementara Santiago Gimenez yang baru pulih dari operasi pergelangan kaki harus rela memulai dari bangku cadangan, sebuah pemandangan langka sejak Oktober lalu. Namun, kembalinya Davide Bartesaghi dan Adrien Rabiot menambah opsi bagi tim. Di kubu lawan, Torino datang dengan kepercayaan diri tinggi, berbekal dua kemenangan beruntun di bawah arahan pelatih baru Roberto D’Aversa, meski beberapa pilar mereka juga absen.

Sejak peluit awal dibunyikan, Torino langsung tancap gas. Matteo Prati dan Nikola Vlasic beberapa kali mengancam pertahanan Milan, memaksa kiper Mike Maignan bekerja keras. Maignan bahkan harus melakukan penyelamatan gemilang untuk menepis sundulan berbahaya yang mengarah ke gawangnya. Milan sendiri sempat menciptakan peluang melalui Christian Pulisic dan Bartesaghi, namun belum mampu mengkonversinya menjadi gol. Adrien Rabiot juga sempat melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang berhasil dimentahkan penjaga gawang Torino.
Baca juga: IHSG Meroket! Saham Hijau Membanjiri Bursa
Kebuntuan akhirnya pecah berkat magis Strahinja Pavlovic. Bola liar dari jarak sekitar 23 meter berhasil dikontrolnya dengan sempurna, sebelum melepaskan tembakan setengah voli kaki kiri yang menghujam mistar bagian bawah dan melesat masuk ke gawang, membuat seisi stadion bergemuruh. Namun, kegembiraan Milan tak berlangsung lama. Jelang turun minum, Torino berhasil menyamakan kedudukan. Setelah upaya Nikola Vlasic ditepis Maignan, bola muntah langsung disambar oleh Giovanni Simeone yang sigap memanfaatkan peluang, mengubah skor menjadi 1-1 saat jeda.
Memasuki babak kedua, Milan tampil dengan semangat membara dan perubahan formasi menjadi empat bek, menunjukkan tekad untuk membalikkan keadaan. Tekanan bertubi-tubi yang mereka lancarkan akhirnya membuahkan hasil. Gol kedua Milan lahir dari skema serangan cepat. Christian Pulisic mengirim umpan silang dari sisi kanan yang kemudian disambar Adrien Rabiot dengan lututnya dari jarak dekat, menggetarkan jala gawang Torino. Gol ini terasa istimewa bagi Rabiot, karena menjadi gol perdananya di San Siro bersama Rossoneri.
Tak butuh waktu lama, Milan kembali memperlebar keunggulan. Fofana menerima umpan terobosan matang, mengontrol bola dengan tenang, lalu melepaskan tembakan akurat dari jarak sekitar 12 meter yang tak mampu dihalau kiper lawan. Atmosfer San Siro semakin membara ketika Santiago Gimenez akhirnya masuk ke lapangan, menandai penampilan perdananya sejak akhir Oktober 2025 setelah menjalani operasi pergelangan kaki. Kehadirannya memberikan suntikan energi tambahan bagi tim.
Namun, Torino enggan menyerah begitu saja. Setelah tinjauan VAR, wasit menunjuk titik putih menyusul pelanggaran yang dilakukan Pavlovic terhadap Simeone di kotak terlarang. Nikola Vlasic yang maju sebagai eksekutor sukses menuntaskan tugasnya dengan tembakan keras ke sudut atas gawang, memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2. Di menit-menit akhir, Torino sempat kembali menuntut penalti karena dugaan handball, namun wasit memutuskan bahwa posisi tangan pemain Milan masih dalam batas wajar dan tidak ada pelanggaran. Milan pun berhasil mempertahankan keunggulan tipis hingga peluit panjang berbunyi, mengamankan tiga poin penting.


Tinggalkan komentar