Ekonesia – Harapan para penggemar Barcelona dan janji manis para kandidat presiden klub untuk membawa pulang Lionel Messi ke Camp Nou tampaknya harus pupus. Bintang legendaris Argentina itu telah menyampaikan pesan tegas: ia tidak akan lagi mengenakan seragam Blaugrana sebagai pemain, terlepas dari siapa pun yang terpilih memimpin klub.
Baca juga: Rekor Buruk Hantam Liverpool Pelatih Set-Piece Pamit
Menjelang pemilihan presiden Barcelona yang semakin dekat, panggung politik klub diwarnai berbagai kampanye ambisius. Sejumlah kontestan, termasuk Joan Laporta yang kembali mencalonkan diri, berlomba-lomba menarik simpati pemilih dengan beragam janji. Salah satu janji yang paling sering diangkat adalah potensi kembalinya La Pulga, seperti yang dilakukan Marc Ciria yang bahkan memajang poster besar bergambar sang ikon.

Namun, realitas berbicara lain. Melalui perwakilannya, Messi secara eksplisit telah memberitahukan kepada seluruh calon presiden Barca bahwa opsi kembali bermain di Camp Nou sudah tertutup rapat. Pemenang delapan Ballon d’Or itu hampir sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan untuk kembali beraksi di lapangan hijau Barcelona.
Baca juga: PLN Tanggap, Listrik Bali Pulih Kilat!
Meskipun demikian, mantan punggawa Paris Saint-Germain ini dikabarkan terbuka untuk kembali ke klub dalam kapasitas yang berbeda di masa mendatang. Namun, untuk peran sebagai pemain, pintu telah tertutup secara permanen. Keputusan ini tentu menjadi pukulan telak bagi para suporter yang memimpikan penampilan terakhir sang maestro dengan balutan jersey kebanggaan mereka.
Messi sendiri terpaksa meninggalkan Barcelona pada tahun 2021. Saat itu, dewan direksi yang dipimpin oleh Joan Laporta tidak mampu memperbarui kontraknya akibat rumitnya aturan Financial Fair Play. Sejak kepergiannya, Messi melanjutkan karir di PSG dan kini membela Inter Miami, namun kecintaannya terhadap klub Katalan itu diyakini tetap membara di hatinya.
Selain penolakan tegas dari Messi, kembalinya sang megabintang juga akan menghadirkan tantangan besar bagi Barcelona. Kondisi keuangan klub yang belum sepenuhnya stabil menjadi salah satu hambatan utama. Lebih jauh, kehadiran Messi bisa berdampak pada dinamika skuad saat ini, bahkan berpotensi mengorbankan tempat atau waktu bermain bintang muda seperti Fermin Lopez di bawah arahan pelatih Hansi Flick.
Dengan demikian, para calon presiden Barcelona kini harus mencari strategi kampanye lain yang lebih realistis, karena kartu "kembalinya Messi" sebagai pemain sudah tidak bisa lagi dimainkan.











Tinggalkan komentar