Ekonesia Ekonomi – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli membeberkan strategi utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan lapangan kerja hijau (green jobs) yang semakin dicari oleh berbagai industri. Hal ini diungkapkan dalam sambutannya di PYC International Energy Conference 2025 di Jakarta, Sabtu lalu.
Baca juga: Gas Bumi Murah Meriah Sampai di Batam!
Transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi fokus utama. Menaker menekankan pentingnya merancang kurikulum bersama dengan pelaku industri. Langkah ini bertujuan untuk memastikan program pelatihan selaras dengan kebutuhan riil industri, khususnya dalam teknologi dan praktik ramah lingkungan.

Peningkatan kompetensi instruktur BLK juga menjadi prioritas. Pemerintah akan membekali para pelatih dengan pengembangan profesional berkelanjutan dan pengalaman industri terkini. Tujuannya agar mereka dapat memberikan pelatihan keterampilan yang relevan dan mutakhir.
Baca juga: Beras Bantuan Aman? Bulog Takengon Beri Jaminan!
Menaker juga menyoroti pentingnya Pembelajaran Berbasis Proyek (PBL). Model pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada peserta, memungkinkan mereka menerapkan pengetahuan dalam proyek nyata. Dengan demikian, kesenjangan antara teori dan praktik di dunia kerja dapat dijembatani.
Inisiatif Talent and Innovation Hub BLK akan mengubah BLK menjadi pusat keunggulan yang mempromosikan inovasi dan membina generasi profesional hijau. Selain itu, Gerakan Produktivitas Nasional (GPN) juga berperan penting dalam mendorong produktivitas lintas sektor melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi.
Intervensi langsung kepada industri juga menjadi perhatian. Pemerintah akan memberikan dukungan teknis bagi perusahaan untuk menerapkan proyek produktivitas hijau, sehingga meningkatkan daya saing dan kinerja lingkungan. Prinsip-prinsip produktivitas hijau yang mengintegrasikan efisiensi, keberlanjutan, dan inovasi, akan menjadi platform utama dalam penciptaan lapangan kerja hijau. Artikel ini ditulis berdasarkan informasi dari ekonosia.com.











Tinggalkan komentar