Ekonesia – Euforia menyelimuti Stamford Bridge setelah Chelsea berhasil memenangkan perburuan sengit untuk memboyong Jeremy Jacquet. Bek muda Prancis berusia 20 tahun itu didatangkan dari Rennes dengan mahar fantastis mencapai Rp 1,3 triliun, mengalahkan rival abadi Arsenal. Namun, di balik kegembiraan transfer yang memecahkan rekor penjualan klub Ligue 1 tersebut, tersimpan dua tantangan besar yang berpotensi menjadi risiko jangka panjang bagi The Blues.
Baca juga: Barcelona Bimbang Raphinha Starter Atau Cadangan Saja
Sejak kepemimpinan Todd Boehly, Chelsea memang gencar mengadopsi strategi investasi pada pemain muda bertalenta, meskipun seringkali mereka minim pengalaman di level tertinggi. Jacquet menjadi representasi terbaru dari filosofi ini. Pemain yang baru satu musim penuh merasakan ketatnya persaingan tim utama Rennes, setelah sempat dipinjamkan ke Clermont Foot, kini langsung melonjak ke kasta tertinggi sepak bola Inggris. Angka transfer Rp 1,3 triliun ini sungguh mencengangkan, mengingat nilai pasar Jacquet yang diperkirakan hanya sekitar Rp 348 miliar.

Salah satu ganjalan serius yang mengiringi kedatangan Jacquet adalah riwayat cedera adduktor yang ia derita sepanjang musim lalu. Meskipun tidak sampai membuatnya absen total dari Ligue 1, masalah fisik ini cukup membatasi intensitas latihan dan menit bermainnya di kompetisi lain. Staf pelatih Rennes bahkan harus ekstra hati-hati dalam menanganinya, bahkan membatasi perannya di ajang Coupe de France demi mencegah kondisi memburuk. Transisi ke Premier League yang terkenal sangat menguras fisik tentu akan menjadi ujian berat bagi kondisi kebugaran Jacquet.
Baca juga: Allo Bank Perangi Deepfake, Dana Nasabah Aman?
Selain aspek fisik, Jacquet sendiri mengakui adanya pekerjaan rumah di sektor mental. Ia merasa gaya bermainnya yang cenderung tenang dan rileks saat menguasai bola sering disalahartikan sebagai kurang serius. Pemain bertahan ini menyadari pentingnya meningkatkan konsentrasi penuh selama 90 menit pertandingan dan dalam setiap duel. Liga Primer Inggris menuntut konsistensi mental yang jauh lebih tinggi; kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal. Jacquet harus mempersiapkan mentalnya secara matang agar tidak tergelincir di panggung yang lebih besar.
Chelsea jelas melihat Jacquet sebagai proyek jangka panjang, bukan solusi instan. Oleh karena itu, manajemen dan tim pelatih The Blues memiliki tugas besar untuk mengelola sang bek muda dengan bijak. Penanganan cedera adduktor harus optimal agar tidak menghambat perkembangannya, dan dukungan untuk meningkatkan aspek mentalnya menjadi krusial. Hanya dengan penanganan yang tepat, investasi fantastis ini dapat berbuah manis di masa depan.











Tinggalkan komentar