Manis Pahit Gula RI: Mungkinkah Swasembada?

Rachmad

24 Juni 2025

1
Min Read
Manis Pahit Gula RI: Mungkinkah Swasembada?

Ekonesia Ekonomi – Dahulu kala, Indonesia pernah berjaya sebagai eksportir gula nomor dua dunia. Namun, kini, mimpi swasembada gula masih jauh dari kenyataan. Produksi gula nasional masih berkutat pada angka 2,46 juta ton, jauh di bawah kebutuhan yang mencapai 8,1 juta ton.

Masalah klasik seperti rendahnya produktivitas di tingkat petani menjadi penghambat utama. Produktivitas tebu per hektare hanya berkisar 4-5 ton, jauh di bawah potensi optimal. Hal ini disebabkan oleh bibit tebu yang usang, teknik budidaya yang kurang efisien, serta kualitas tanah yang menurun.

Manis Pahit Gula RI: Mungkinkah Swasembada?
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Selain itu, sebagian besar pabrik gula di Indonesia sudah tua renta, bahkan ada yang berusia lebih dari 100 tahun. Mesin-mesin tua ini menyebabkan rendahnya rendemen, yang berdampak pada efisiensi produksi.

Struktur industri gula yang didominasi petani kecil juga menjadi tantangan tersendiri. Restrukturisasi melalui kemitraan seperti model inti-plasma atau cluster farming menjadi solusi yang menjanjikan.

Swasembada gula bukan hanya urusan pertanian, tetapi agenda strategis lintas sektor yang membutuhkan komitmen kolektif. Peningkatan produktivitas pertanian melalui peremajaan varietas, penerapan pertanian presisi, dan pembenahan praktik budidaya menjadi kunci utama. Selain itu, modernisasi pabrik gula dan restrukturisasi industri juga diperlukan untuk mencapai swasembada gula yang berkelanjutan. Artikel ini ditulis ulang dari berita ekonosia.com.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post