Ekonesia – Keputusan mengejutkan datang dari Santiago Bernabeu. Real Madrid secara mendadak memutus kontrak Xabi Alonso sebagai pelatih kepala, hanya sehari setelah kekalahan pahit di final Piala Super Spanyol. Langkah drastis ini sontak menggemparkan jagat sepak bola, bahkan membuat direktur olahraga Barcelona, Deco, terheran-heran.
Baca juga: Rahasia Dapur Sentul Bikin UMKM Ketiban Rezeki Nomplok
Alonso harus angkat kaki dari kursi kepelatihan setelah timnya tumbang 3-2 dari rival abadi, Barcelona, dalam laga yang diwarnai dominasi bola minim oleh Los Blancos. Meski peluang di La Liga dan Liga Champions masih terbuka lebar, serangkaian kendala dan ekspektasi tinggi di Madrid membuat jajaran direksi mengambil vonis akhir.

Deco, petinggi Barcelona, tak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya. Ia menilai pemecatan itu tergesa-gesa dan kurang pertimbangan, mengingat Alonso baru delapan bulan memulai proyeknya di Bernabeu. "Ini momen yang tidak biasa, terjadi di tengah musim dengan jarak poin yang masih ketat di liga," ujar Deco. Ia menambahkan, laga El Clasico memang kerap membawa konsekuensi besar, dan pelatih selalu menjadi pihak pertama yang menanggung akibat hasil minor. Terkait penunjukan Alvaro Arbeloa sebagai suksesor, Deco memilih bungkam karena belum mengenal sosok tersebut.
Baca juga: Bintang Madrid Terancam Dicoret Timnas Spanyol
Di kamar ganti Real Madrid, suasana haru menyelimuti para pemain. Mereka dikabarkan terkejut dengan keputusan mendadak ini, tanpa ada firasat sebelumnya. Meski demikian, para penggawa Los Blancos tak lupa menyampaikan untaian kata perpisahan kepada manajer mereka. Kylian Mbappe, misalnya, mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Alonso sejak hari pertama.
Rodrygo, yang sempat beberapa kali menghuni bangku cadangan musim ini, turut memberikan apresiasi mendalam atas pelajaran dan pengalaman berharga selama bekerja di bawah arahan Alonso. Kiper Thibaut Courtois juga mengirim pesan singkat penuh respek, menyebut pengalaman bersama Alonso menyenangkan dan mendoakan kesuksesan di masa depan. Pemain lain seperti Antonio Rudiger, Raul Asencio, Dani Carvajal, dan Federico Valverde juga turut mengucapkan salam perpisahan. Namun, Vinicius Junior, yang santer dikabarkan berselisih dengan Alonso, memilih tetap diam.
Pemecatan Alonso memang terasa prematur, mengingat ia baru delapan bulan menukangi tim. Namun, inilah Real Madrid, klub dengan tuntutan dan tekanan yang luar biasa tinggi. Setiap hasil minor bisa berujung pada konsekuensi serius, bahkan bagi pelatih sekaliber Alonso.











Tinggalkan komentar