Ekonesia – Raksasa Spanyol Real Madrid membuat keputusan mengejutkan di tengah periode sulit yang mereka alami. Meski performa tim cenderung menurun dalam dua bulan terakhir dan kini tertinggal sembilan poin dari Barcelona di puncak klasemen La Liga, manajemen klub memilih untuk tetap pasif di bursa transfer Januari. Sikap ini memicu tanda tanya besar, terutama mengingat desakan pelatih Xabi Alonso untuk menambah amunisi.
Baca juga: Bali Kembali Ramai! Bandara Ngurah Rai Beroperasi Normal Usai Nyepi
Laporan internal menyebutkan, Alonso telah berulang kali menyampaikan keinginannya untuk mendatangkan seorang gelandang baru, permintaan yang sebenarnya sudah dia ajukan sejak musim panas lalu. Namun, keinginan sang pelatih tak mendapatkan lampu hijau dari jajaran pimpinan klub. Mereka bersikukuh bahwa komposisi pemain yang ada saat ini sudah lebih dari cukup untuk bersaing di semua kompetisi.

Menurut informasi dari Cadena Cope, prinsip lama Real Madrid yang meyakini bursa transfer Januari jarang menawarkan kesepakatan menguntungkan menjadi dasar keputusan ini. Klub enggan terburu-buru mengejar pemain baru di jendela musim dingin. Sebagai gantinya, manajemen menyarankan Alonso untuk melirik talenta dari tim Castilla jika membutuhkan alternatif di lini tengah. Dua nama yang disebut-sebut adalah Jorge Cestero (19) dan Thiago Pitarch (18), dengan Pitarch bahkan dikabarkan sudah mulai berlatih di sekitar tim utama.
Baca juga: Harga Bawang Meroket! Cabai Pedasnya Bikin Dompet Menjerit?
Keputusan ini menegaskan komitmen Real Madrid untuk menjaga stabilitas finansial dan struktur skuad jangka panjang, bahkan di tengah tekanan hasil di lapangan yang kian meningkat. Satu-satunya pergerakan yang terjadi adalah peminjaman Endrick Felipe ke Olympique Lyon. Setelah transaksi tersebut, tidak ada rencana lain baik untuk melepas maupun merekrut pemain baru.
Musim ini memang menjadi semakin pelik bagi Los Blancos akibat badai cedera yang tak kunjung reda. Absennya pemain kunci seperti Trent Alexander-Arnold dan Dani Carvajal dalam waktu lama memaksa Alonso melakukan improvisasi ekstrem, menempatkan Raul Asencio dan Fede Valverde di posisi bek kanan. Situasi di lini belakang juga memaksa Alvaro Carreras beberapa kali mengisi posisi bek tengah. Di sisi lain, upaya Alonso merombak lini tengah juga belum sepenuhnya membuahkan hasil optimal, meskipun Rodrygo Goes mulai kembali menemukan sentuhannya dalam beberapa laga terakhir. Pendekatan Madrid yang menahan diri ini dianggap sebagai perjudian besar yang bisa menentukan nasib tim hingga akhir musim.











Tinggalkan komentar