Ekonesia – Suasana di markas Liverpool kini diselimuti awan kelabu. Di tengah perjuangan sengit mereka memperebutkan posisi teratas di Liga Inggris, dua persoalan krusial mulai mengemuka dan mengancam stabilitas tim. Rumor transfer bek tangguh Micky van de Ven dan performa Mohamed Salah yang kian mengundang tanda tanya, datang di saat yang paling tidak tepat bagi Arne Slot yang mendambakan kestabilan skuad.
Baca juga: Makam Bintaro Berbenah! Wisata Religi Makin Oke?
Badai Cedera dan Teka-teki Lini Belakang

Musim ini, The Reds harus berjuang dengan kekuatan yang ada di barisan pertahanan, meski secara resmi mereka telah merampungkan satu kesepakatan penting. Liverpool sukses mengamankan jasa bek Rennes, Jeremy Jacquet, dengan mahar fantastis 55 juta poundsterling, ditambah bonus hingga 5 juta poundsterling. Jika dikonversi, total nilai transfer ini menembus angka sekitar 1,1 hingga 1,2 triliun rupiah. Namun, Jacquet baru akan resmi bergabung setelah musim berakhir, artinya Slot harus mengandalkan amunisi yang tersedia saat ini.
Baca juga: IHSG Terbang Tinggi? Target Baru Terungkap!
Situasi di lini belakang semakin pelik dengan serangkaian cedera yang menimpa beberapa pilar penting, seperti Conor Bradley, Jeremie Frimpong, dan Joe Gomez. Kondisi ini membuat opsi di barisan belakang kian menipis, memaksa Slot memutar otak lebih keras. Ironisnya, di tengah keterbatasan ini, Liverpool justru mampu menampilkan performa memukau saat menghantam Newcastle United 4-1 pekan lalu, sekaligus memutus rentetan lima pertandingan tanpa poin penuh di Liga Inggris.
Di tengah defisit pemain, spekulasi transfer kembali berhembus kencang. Nama bek Tottenham, Micky van de Ven, disebut-sebut masuk radar Liverpool, meskipun jendela transfer telah ditutup. Seorang pengamat sepak bola menilai Van de Ven masih perlu menunjukkan stabilitas performa bersama Spurs sebelum menapaki jenjang karier yang lebih tinggi. "Dia kuat, posturnya ideal, bisa mencetak gol, menggiring bola, dan bertahan. Jika terus berkembang, setelah Piala Dunia dia bisa melangkah ke klub yang lebih besar seperti Real Madrid atau Liverpool," ungkapnya, mengisyaratkan bahwa kepindahan ke klub papan atas adalah langkah logis bagi perkembangan sang pemain.
Misteri Penurunan Mohamed Salah
Selain persoalan pertahanan, kecemasan juga melanda sektor penyerangan, terutama terkait Mohamed Salah. Musim ini, bintang asal Mesir itu baru mengoleksi enam gol dan enam assist dari 24 pertandingan di semua kompetisi. Catatan ini jauh di bawah ekspektasi yang biasa ia torehkan dalam beberapa musim terakhir.
Pada laga kontra Newcastle, Salah memang menyumbang assist untuk Florian Wirtz. Namun, kontribusi tersebut belum sepenuhnya meredakan tanda tanya para pengamat. Mantan bek Liverpool, Steve Nicol, secara terbuka mengaku khawatir melihat kemerosotan penampilan sang winger. Ia menyoroti satu momen krusial saat Salah tak mampu mengonversi peluang serangan balik karena berhasil dikejar oleh Kieran Trippier, bek berusia 35 tahun. "Dia diberi jarak sekitar tiga yard atau kurang lebih 2,7 meter, tapi tetap bisa dikejar dengan mudah. Itu seharusnya jadi sinyal alarm," kata Nicol dalam acara ESPN FC.
Nicol juga terkejut melihat Salah terkesan tak berdaya dalam duel individu melawan Lewis Hall, mengingat sang pemain baru saja melewati salah satu musim individu terbaik dalam sejarah Liga Inggris. Menurutnya, reduksi kecepatan dan keseimbangan biasanya terjadi secara bertahap, namun dalam kasus Salah, perubahan itu terasa begitu drastis.
Kepercayaan Diri Salah Kian Terkikis
Lebih jauh, Nicol menilai bahwa Salah kini mulai menyadari penurunan kemampuannya, dan hal tersebut berimbas langsung pada aspek psikologisnya. Dulu, ketika melakukan kesalahan, Salah tetap yakin ia tetap bisa menjadi pembeda dengan gol-gol krusial. Kini, situasinya berbeda. "Ketika seorang pemain sadar dirinya mulai kehilangan sesuatu, dan tidak tahu kenapa, itu akan memengaruhi segalanya," ujar Nicol.
Ia menambahkan bahwa keyakinan diri Salah terlihat kian terkikis. Dalam banyak situasi yang sebelumnya bisa ia selesaikan dengan mudah, kini sepakannya justru meleset jauh dari target. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Liverpool, mengingat kontribusi Salah tetap krusial dalam sistem permainan tim.
Menjelang laga penting melawan Manchester City di Anfield, Liverpool dihadapkan pada dua tantangan utama: terbatasnya pilihan di lini pertahanan dan kemerosotan penampilan ikon tim mereka. Rumor ketertarikan terhadap Micky van de Ven menunjukkan bahwa klub masih mengincar solusi permanen di sektor pertahanan. Sementara itu, situasi Mohamed Salah menjadi PR besar yang tak kalah mendesak bagi Arne Slot. Jika kedua masalah ini tidak segera diatasi, perjalanan The Reds di sisa kompetisi berpotensi jauh lebih terjal dari yang diperkirakan.











Tinggalkan komentar