Ekonesia – Gelombang kejutan menyelimuti Old Trafford setelah Michael Carrick, pelatih interim Manchester United, mengambil langkah tegas yang langsung memengaruhi dinamika bursa transfer. Dalam kebijakan perdananya, Carrick secara eksplisit menahan kepergian bek senior Harry Maguire, menutup pintu bagi potensi penjualan di jendela transfer Januari.
Baca juga: Garuda & Pelita Air Jadi Satu? Ini Kata Bos!
Masa depan Maguire memang menjadi sorotan tajam. Kontraknya di Teater Impian akan berakhir dalam enam bulan ke depan, dan hingga kini, belum ada sinyal positif mengenai perpanjangan masa baktinya. Meskipun kerap mencetak gol-gol krusial yang menentukan, masalah kebugaran menjadi batu sandungan utama, membuatnya hanya tampil delapan kali di Liga Primer musim ini.

Situasi tersebut sempat memicu spekulasi bahwa Manchester United terbuka untuk melepas pemain berusia 32 tahun itu lebih awal demi mendapatkan kompensasi finansial. Tiga klub raksasa Italia dikabarkan menaruh minat serius. Namun, Carrick dengan cepat memblokir segala rencana penjualan, menegaskan bahwa Maguire akan tetap berada di skuad hingga akhir musim. Keputusan ini sekaligus mengubur harapan klub untuk meraup dana segar dari transfer sang bek.
Baca juga: Harga Beras Meroket? Mentan Turun Tangan!
Perlu diketahui, opsi perpanjangan kontrak satu tahun yang dimiliki klub sudah diaktifkan pada musim sebelumnya. Artinya, jendela transfer Januari ini menjadi kesempatan terakhir bagi United untuk menjual Maguire jika mereka tidak ingin kehilangan dirinya secara gratis di akhir musim. Kendati demikian, manajemen Setan Merah telah menyiapkan strategi regenerasi lini belakang, dengan bek tengah Nottingham Forest, Murillo, disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti.
Laporan internal mengonfirmasi bahwa Carrick menolak mentah-mentah semua pendekatan terhadap Maguire. Klub-klub seperti AC Milan, Inter Milan, dan beberapa tim Liga Primer lainnya harus gigit jari. Bagi Carrick, prioritas utamanya adalah memastikan ia memiliki semua sumber daya terbaik yang tersedia untuk membawa Manchester United meraih hasil maksimal di sisa musim ini.
Hubungan profesional antara Carrick dan Maguire bukanlah hal baru. Keduanya pernah bekerja sama saat Carrick menjabat sebagai asisten pelatih Ole Gunnar Solskjaer, sehingga komunikasi dan pemahaman taktis diyakini sudah terbangun dengan baik. Bagi Maguire sendiri, paruh kedua musim ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan waktu bermain reguler, sebuah prasyarat penting jika ia ingin mengamankan tempat di skuad Piala Dunia 2026, mengingat ia belum pernah lagi dipanggil timnas Inggris sejak Thomas Tuchel mengambil alih, dengan penampilan terakhirnya pada September 2024 di bawah Lee Carsley.
Keputusan Carrick untuk mempertahankan Maguire dinilai strategis, terutama tanpa jaminan pengganti yang sepadan. Meski ada risiko kehilangan sang bek secara cuma-cuma di akhir musim, kecil kemungkinan ada klub yang bersedia membayar mahal untuk pemain berusia 32 tahun di bursa transfer Januari yang serba mendesak ini.











Tinggalkan komentar