Ekonesia – Stadion Haji Agus Salim menjadi saksi bisu drama sepak bola yang mendebarkan saat Semen Padang berhasil mengamankan tiga poin penuh dalam lanjutan BRI Super League musim 2025/2026. Menjamu Persita Tangerang pada Minggu sore, 8 Februari 2026, tim berjuluk Kabau Sirah itu sukses menundukkan Pendekar Cisadane dengan skor tipis 1-0, berkat gol penalti di penghujung laga yang memicu sorak sorai pendukung tuan rumah.
Baca juga: Petani Bali Untung Besar! Inovasi Pertamina Dongkrak Panen
Pertandingan yang mempertemukan dua tim dengan ambisi berbeda ini berlangsung sengit sejak peluit kick-off dibunyikan. Semen Padang, yang tengah berjuang keras keluar dari zona degradasi, menunjukkan determinasi tinggi untuk meraih kemenangan di kandang sendiri. Sementara itu, Persita Tangerang, yang bertengger di papan atas, berusaha mencuri poin demi menjaga posisi.

Pada paruh pertama, kedua kesebelasan saling jual beli serangan. Semen Padang sempat mengancam melalui Samuel Simanjuntak di menit kedelapan, namun upayanya berakhir sia-sia karena offside. Tak lama berselang, Firman Juliansyah melepaskan tembakan keras yang sayangnya masih melambung di atas mistar gawang Persita. Tim tamu tak tinggal diam. Kiper Semen Padang, Rendy Oscario, harus bekerja keras melakukan penyelamatan gemilang untuk memotong umpan berbahaya dari Muhammad Toha. Kianz Froese juga memiliki peluang emas bagi tuan rumah, namun sepakannya masih melebar. Alhasil, babak pertama ditutup dengan skor kacamata 0-0, mencerminkan ketatnya pertarungan di lapangan hijau.
Baca juga: Menhub Minta Tambahan Dana! Ada Apa dengan Anggaran?
Memasuki babak kedua, intensitas permainan tidak menurun. Semen Padang di bawah arahan Dejan Antonic semakin gencar melancarkan serangan, bertekad memecah kebuntuan. Namun, barisan pertahanan Persita yang dikawal Igor Rodrigues tampil kokoh dan sulit ditembus. Anak asuh Carlos Pena pun tak menyerah, mereka berulang kali mencoba membangun serangan balik cepat, namun selalu kandas di hadapan pertahanan solid Kabau Sirah. Bahkan, sebuah peluang emas dari situasi bola mati di lima menit terakhir pertandingan gagal dimanfaatkan Persita untuk mengubah kedudukan.
Puncak drama terjadi di masa injury time yang sangat panjang. Tepat di menit ke-90+14, mimpi buruk menghampiri Persita. Pemain pengganti mereka, Andrean Sirindorindo, melakukan pelanggaran fatal terhadap Diego Mauricio di area terlarang. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih, memberikan hadiah penalti krusial bagi Semen Padang. Diego Mauricio, yang menjadi korban, mengambil sendiri eksekusi penalti tersebut. Dengan tenang, ia berhasil menaklukkan Igor Rodrigues, mengoyak jala gawang Persita, dan membawa Semen Padang unggul 1-0. Gol dramatis ini disambut gegap gempita oleh seluruh pendukung yang memadati stadion.
Kemenangan heroik ini membawa Semen Padang naik satu peringkat ke posisi 16 dengan koleksi 15 poin, memberikan harapan baru dalam perjuangan mereka. Sementara itu, Persita Tangerang harus pulang dengan tangan hampa dan tetap tertahan di urutan keenam klasemen sementara dengan 32 poin.











Tinggalkan komentar