Ekonesia Ekonomi – Rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekkah oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mendapat dukungan penuh dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef). Hal ini diungkapkan oleh Penasehat Center for Sharia Economic Development Indef, Abdul Hakam Naja, dalam sebuah diskusi publik virtual di Jakarta.
Baca juga: Rudiger Diincar Arab Saudi, Madrid Langsung Gercep!
Naja menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan Kampung Haji dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Tujuannya adalah agar perputaran dana haji dan umrah yang mencapai Rp70 triliun per tahun dapat kembali ke Indonesia, bukan hanya berputar di Arab Saudi.

"Kita sudah mendapatkan persetujuan dari Prince Muhammad Bin Salman. Kita akan mendapat lokasi (Kampung Haji), katanya 1 sampai 2 kilometer dari Masjidil Haram. Alhamdulillah, semoga segera terlaksana," ujar Abdul Hakam, seraya menambahkan bahwa ekosistem haji dan umrah yang kuat dapat direplikasi di tempat lain.
Baca juga: Liverpool Dapat Angin Segar Jelang Spurs
Rencana ini semakin konkret dengan kunjungan kerja CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, ke Jeddah dan Mekkah atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Rosan menjanjikan fasilitas penginapan yang nyaman dan pusat layanan terpadu bagi jemaah, termasuk klinik kesehatan dan ruang pembinaan manasik di lokasi strategis.
Lebih dari 10 opsi lahan dan 3 proyek besar di Mekkah telah ditinjau sebagai kandidat potensial untuk pembangunan Kampung Haji. Fasilitas yang dirancang mencakup akomodasi, pusat layanan jemaah, klinik kesehatan, dan ruang pertemuan untuk pembinaan ibadah.
Pembangunan Kampung Haji ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi bagi jutaan jemaah haji dan umrah Indonesia setiap tahunnya. Langkah ini menjadi angin segar bagi peningkatan kualitas pelayanan ibadah bagi warga negara Indonesia di tanah suci. Informasi ini dilansir dari ekonosia.com.











Tinggalkan komentar