Juventus Menggila Pesta Gol Bremer Bintangnya

El-Shinta

2 Februari 2026

3
Min Read

Ekonesia – Raksasa Turin, Juventus, kembali menunjukkan taringnya di kancah Liga Italia, menghancurkan perlawanan Parma dengan skor telak 4-1 dalam sebuah laga yang penuh drama dan gol-gol spektakuler. Kemenangan meyakinkan ini menjadi bukti nyata performa puncak Bianconeri yang sebelumnya sukses menundukkan Napoli dan mengamankan tiket play-off Liga Champions. Meski tampil tanpa beberapa pilar utama yang masih berkutat dengan cedera, Si Nyonya Tua tetap tampil dominan sejak peluit awal dibunyikan.

Sejak menit pertama, Juventus langsung mengambil alih kendali permainan. Serangan bertubi-tubi dilancarkan, dan Francisco Conceicao nyaris membuka keunggulan pada menit keenam. Tembakannya memaksa kiper Parma, Edoardo Corvi, melakukan penyelamatan krusial. Tak lama berselang, Conceicao kembali mengancam, kali ini sepakannya dari jarak dekat hanya membentur mistar gawang.

Juventus Menggila Pesta Gol Bremer Bintangnya
Gambar Istimewa : gilabola.com

Tekanan tanpa henti Juventus akhirnya membuahkan hasil manis di menit ke-15. Berawal dari sepak pojok yang dieksekusi apik Conceicao, Gleison Bremer melompat tinggi dan menyundul bola dengan kekuatan penuh, menembus jala gawang dari jarak dekat, membawa tim tamu unggul 1-0. Conceicao terus menjadi momok bagi pertahanan Parma, bahkan nyaris menciptakan assist untuk Jonathan David yang sayangnya masih digagalkan oleh Enrico Delprato. Di sisi lain, Weston McKennie sempat diganjar kartu kuning setelah tekel tingginya memicu tinjauan VAR. Parma sempat mencoba bangkit melalui aksi Emanuele Valeri, namun kiper Juventus, Michele Di Gregorio, sigap menepis tembakan rendahnya.

Keunggulan Juventus semakin kokoh di menit ke-37. Sebuah umpan silang akurat dari Pierre Kalulu di sisi kanan berhasil disambut Weston McKennie dengan tendangan salto akrobatik dari jarak sekitar tujuh meter, mengubah papan skor menjadi 2-0 dan membuat publik tuan rumah terdiam.

Memasuki babak kedua, Parma sempat mendapat angin segar lewat gol bunuh diri yang tidak disengaja oleh Andrea Cambiaso. Bermaksud menghalau umpan silang berbahaya dari Alessandro Circati, Cambiaso justru membelokkan bola ke gawangnya sendiri dari jarak enam meter, memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Namun, euforia Parma hanya berlangsung singkat. Juventus segera memadamkan harapan tersebut melalui skema bola mati yang berujung kacau di kotak penalti. Tendangan McKennie membentur mistar, sundulan Jonathan David nyaris masuk, sebelum akhirnya Gleison Bremer memastikan bola melewati garis gawang untuk gol keduanya malam itu.

Beberapa menit berselang, Juventus semakin menambah penderitaan tuan rumah. Tembakan menyudut Conceicao gagal ditangkap sempurna oleh Corvi, dan bola muntah langsung disambar Jonathan David di tiang jauh, mengubah skor menjadi 4-1. Gol ini menjadi penegas dominasi Juventus, sekaligus membuat Parma kembali kebobolan empat gol dalam dua pertandingan berturut-turut.

Meskipun tertinggal jauh, semangat juang Parma patut diacungi jempol. Lois Openda dan Mateo Pellegrino sempat menciptakan beberapa peluang melalui sundulan, namun masih belum menemui sasaran. Openda bahkan sempat mencetak gol, namun sayangnya dianulir karena posisinya yang offside. Di masa tambahan waktu, Pellegrino kembali memaksa Di Gregorio melakukan penyelamatan sulit setelah berhasil melewati Federico Gatti. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 4-1 untuk kemenangan Juventus tetap tidak berubah, menandai performa impresif Si Nyonya Tua di laga tandang ini.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post