Juve Boros Inter Irit Hasilnya Bikin Geleng Kepala

El-Shinta

12 Februari 2026

3
Min Read

Ekonesia – Derby d’Italia kembali memanas akhir pekan ini mempertemukan dua raksasa Serie A Juventus dan Inter Milan. Namun, di balik rivalitas abadi, terkuak fakta mencengangkan yang menguak perbedaan filosofi dan efektivitas pengelolaan kedua klub dalam lima musim terakhir. Ironisnya, meski Juventus menggelontorkan dana triliunan rupiah lebih banyak, mereka justru jauh tertinggal dari sang rival.

Laporan mendalam dari media Italia menyoroti bahwa dalam kurun waktu lima tahun terakhir, Bianconeri telah mengucurkan dana fantastis, sekitar 328 juta euro atau setara Rp5,6 triliun lebih banyak dibandingkan Inter Milan. Angka yang masif ini ternyata belum mampu mengangkat performa Si Nyonya Tua untuk menyamai, apalagi melampaui, pencapaian Nerazzurri di kancah domestik.

Juve Boros Inter Irit Hasilnya Bikin Geleng Kepala
Gambar Istimewa : gilabola.com

Sebaliknya, Inter Milan menunjukkan strategi yang kontras dan jauh lebih efisien. Klub asal kota mode itu justru berhasil membukukan surplus keuangan sekitar 72 juta euro, atau setara Rp1,2 triliun, dalam periode yang sama. Kunci keberhasilan mereka terletak pada pendekatan cerdas dalam bursa transfer, di mana Inter kerap berhasil memboyong pemain-pemain berkualitas tinggi dengan status bebas transfer, sebuah taktik yang terbukti sangat efektif.

Jurang Belanja Jurang Prestasi

Pengeluaran jumbo Juventus tidak serta-merta berbanding lurus dengan hasil di lapangan. Selain selisih belanja yang signifikan, klub Turin ini juga mencatat defisit keuangan mencapai 256 juta euro, atau sekitar Rp4,3 triliun. Kerugian besar ini disinyalir akibat serangkaian pergantian pelatih serta investasi pemain yang tidak membuahkan hasil optimal sesuai harapan.

Dalam rentang lima musim tersebut, Inter Milan berhasil mengumpulkan 60 poin lebih banyak di Liga Italia dibandingkan Juventus. Selisih poin yang mencolok ini menjadi cerminan nyata dari perbedaan stabilitas dan efektivitas manajemen kedua klub. Peran krusial Beppe Marotta sebagai otak di balik kebijakan transfer Inter patut diacungi jempol, dengan rekrutmen yang tepat sasaran tanpa harus menguras kas klub secara berlebihan.

Inter Pede Hadapi Derby

Saat ini, Inter Milan kokoh di puncak klasemen Serie A dengan keunggulan delapan poin dari AC Milan. Posisi ini membuat mereka menatap Derby d’Italia dengan optimisme membara dan kepercayaan diri tinggi.

Meskipun demikian, ada catatan tersendiri bahwa Inter belum berhasil meraih kemenangan dalam laga-laga besar liga musim ini. Namun, dengan momentum positif yang sedang mereka miliki dan konsistensi performa yang terjaga dalam beberapa tahun terakhir, Inter dinilai berada dalam posisi yang lebih stabil dan siap menghadapi duel sengit akhir pekan nanti.

Derby d’Italia kali ini bukan sekadar pertarungan gengsi semata, melainkan juga sebuah refleksi dari dua pendekatan fundamental yang berbeda dalam membangun sebuah tim. Data lima musim terakhir dengan jelas membuktikan bahwa besarnya investasi finansial tidak selalu menjadi jaminan kesuksesan di atas lapangan hijau.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post