Jawaban Berani Frank Usai Diteriaki Dipecat Fans

El-Shinta

11 Februari 2026

3
Min Read

Ekonesia – Tottenham Hotspur kembali terperosok dalam jurang kekecewaan setelah takluk 1-2 dari Newcastle United dalam lanjutan Liga Inggris, Selasa malam. Kekalahan pahit ini memperpanjang rentetan hasil minor Spurs menjadi delapan pertandingan tanpa kemenangan, menempatkan mereka dalam situasi genting di klasemen sementara. Di tengah desakan dari para pendukung yang kian memuncak, pelatih Thomas Frank dengan tegas menyatakan tidak akan menyerah dari jabatannya, seraya menunjukkan keyakinan penuh pada masa depannya di klub London utara tersebut.

Saat ini, Spurs terdampar di peringkat ke-16, hanya berjarak lima poin dari zona degradasi yang dihuni West Ham di posisi ke-18. Jarak yang tipis ini membuat bayang-bayang turun kasta semakin menghantui, terutama mengingat performa tim yang terus merosot dalam beberapa pekan terakhir.

Jawaban Berani Frank Usai Diteriaki Dipecat Fans
Gambar Istimewa : gilabola.com

Mantan pemain Tottenham, Glenn Hoddle, bahkan secara blak-blakan menyebut bahwa Spurs harus menerima kenyataan pahit bahwa mereka kini terlibat dalam persaingan sengit menghindari degradasi. Menurutnya, seluruh elemen klub, baik pemain maupun suporter, wajib memahami kondisi ini agar dapat berjuang mati-matian merebut setiap poin krusial. Kekalahan dari Newcastle, tim yang juga sedang tidak dalam kondisi terbaiknya, semakin memperparah luka Spurs di kandang sendiri.

Pasca pertandingan, Thomas Frank bersikukuh bahwa ia akan tetap memimpin Tottenham. Ia mengakui tekanan luar biasa yang ada, namun menolak anggapan bahwa semua kesalahan hanya tertuju padanya sebagai juru taktik utama. Frank menilai situasi sulit yang melanda Tottenham merupakan beban yang harus dipikul bersama, mulai dari pelatih, pemain, staf, hingga jajaran manajemen. Ia menegaskan bahwa semua pihak di klub menyadari posisi tim saat ini dan terus berupaya keras untuk memperbaiki keadaan. Pelatih asal Denmark itu juga menekankan fokus utamanya adalah berjuang keluar dari krisis ini, dengan ketenangan sebagai kunci utama menghadapi tekanan di masa-masa sulit.

Frank turut menyinggung badai cedera dan hukuman larangan bermain yang melanda skuadnya musim ini. Ia mengaku timnya tidak pernah menyangka akan berada di posisi serendah ini, apalagi dengan kondisi sekitar 11 hingga 12 pemain yang harus absen. Ia juga menggarisbawahi bahwa kesulitan yang dialami Spurs bukan hanya terjadi musim ini, melainkan sudah terlihat dalam dua tahun terakhir. Menurut Frank, Tottenham mengalami pola kesulitan serupa, baik di kancah domestik maupun Eropa, yang kemudian berdampak signifikan pada performa liga.

Terkait reaksi suporter yang meneriakkan "sacked in the morning" serta cemoohan setelah laga, Frank mengaku memahami kekecewaan para penggemar. Ia menegaskan seluruh tim bekerja siang dan malam untuk mengubah situasi, meskipun hasil di lapangan belum mencerminkan usaha keras tersebut. Frank menutup pernyataannya dengan menyebut gol penentu kemenangan Newcastle menjadi cerminan dari carut-marutnya perjalanan Tottenham musim ini, simbol dari berbagai masalah yang belum berhasil mereka atasi. Meski demikian, ia menekankan pentingnya untuk tetap tenang dan melewati periode sulit ini secara bersama-sama.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post