Ekonesia Ekonomi – Indonesia Prison Product and Art Festival (IPPAFest) 2025 menjadi panggung gemilang bagi kreativitas warga binaan pemasyarakatan (WBP) dari berbagai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Festival yang diselenggarakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ini, digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca juga: Juventus Kedatangan Bintang Baru Liga Prancis!
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTT, Ketut Akbar Herry Achjar, menyampaikan bahwa IPPAFest bukan hanya sekadar festival, melainkan ajang promosi hasil karya WBP kepada masyarakat luas. "Ajang IPPAFest ini digelar dalam rangka menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI dan menjadi ajang promosi hasil karya WBP bagi masyarakat luas," ujarnya di Kupang, seperti dilansir ekonosia.com, Sabtu (9/8).

IPPAFest, sebagai festival pemasyarakatan terbesar di Indonesia, menampilkan beragam inovasi, produk kreatif, teknologi, dan karya seni hasil kreasi warga binaan dari seluruh penjuru negeri. Akbar menekankan bahwa festival ini menjadi wadah promosi produk unggulan WBP, yang dipamerkan dan dijual selama acara berlangsung.
Baca juga: Cuci Gudang! Barca Siap Depak 5 Pemain Bintang?
"Produk hasil karya warga binaan bukan sekadar barang, tetapi buah kreativitas dan kerja keras yang layak mendapat apresiasi dan peluang pasar yang lebih luas," tegasnya.
Berbagai produk unggulan WBP dari seluruh Indonesia turut memeriahkan IPPAFest, termasuk kontingen dari NTT. Sebanyak 16 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lapas, Rutan, dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di NTT menampilkan beragam karya, mulai dari kerajinan tangan, olahan pangan, hingga karya seni lukis yang memukau.
Festival yang berlangsung di Aloha Pasir Putih, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang ini memamerkan sebanyak 7.519 produk dan 120 lukisan karya warga binaan.
Menteri Imipas Agus Andrianto sebelumnya telah menekankan pentingnya inovasi, sinergi, dan integritas bagi seluruh insan pemasyarakatan. "Kita bukan hanya mengawasi, tetapi juga membangun manusia yang lebih baik. Pemasyarakatan harus modern, humanis dan memberi dampak positif bagi masyarakat," ungkapnya.
Dengan mengusung semangat "Merdeka Berkreasi," IPPAFest 2025 menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa setiap warga binaan berhak mendapatkan kesempatan kedua. Festival ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemasyarakatan dan masyarakat dalam mendukung reintegrasi sosial warga binaan.








Tinggalkan komentar