Ekonesia Ekonomi – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menyerukan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha untuk mewujudkan industri hijau. Langkah ini dipandang krusial dalam memuluskan transisi energi dan ekonomi hijau di Indonesia. Seruan ini disampaikan dalam acara PYC International Energy Conference 2025 di Jakarta, Sabtu.
Baca juga: Harga Pangan Aman Jelang Iduladha? Ini Kata Mendag!
Anindya menekankan bahwa industri hijau bukan hanya tentang pelestarian lingkungan, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, menjaga lingkungan hidup, dan mewujudkan ketahanan energi. "Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, kita butuh industri-industri baru, sehingga industri hijau itu benar-benar harus ditekuni karena bisa menarik investasi," ujarnya.

Pengembangan industri hijau juga diyakini dapat mendorong peningkatan konsumsi domestik dan menggerakkan perekonomian secara keseluruhan. Selain itu, investasi di sektor ini dapat membuka peluang ekspor ke negara-negara yang berkomitmen pada transisi energi dan ekonomi hijau.
Baca juga: Bandara Semarang Siap Terbang Lebih Tinggi Lagi
Anindya juga menyoroti efektivitas alokasi APBN melalui dukungan terhadap industri hijau. "Government spending di industri hijau juga lebih efektif, karena kita bikin infrastrukturnya lebih relevan. Jadi saya rasa ini harus diseriusin," katanya.
Ketua Umum PYC, Filda Citra Yusgiantoro, menyoroti pentingnya pengembangan tenaga kerja dan pembiayaan berkelanjutan untuk mendukung ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi, dan lingkungan berkelanjutan. Filda menekankan perlunya memastikan masyarakat Indonesia dapat berpartisipasi aktif dan mendapatkan manfaat dari pembangunan hijau. Pembiayaan berkelanjutan juga dinilai krusial untuk meningkatkan investasi energi bersih dan infrastruktur hijau.
"Solusi dan rekomendasi utama berdasarkan masukan dan analisis dari para pembicara dan audiens hari ini sangat penting untuk memperkaya ringkasan kebijakan dan strategi-strategi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia," pungkas Filda, seperti yang dilansir ekonosia.com.











Tinggalkan komentar