TeraNews Bisnis – Badan Moneter Internasional (IMF) baru saja menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2025. Angka yang semula diprediksi mencapai 5,1 persen, kini dipangkas menjadi hanya 4,7 persen. Lebih mengejutkan lagi, IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan stagnan di angka tersebut hingga tahun 2026. Informasi ini disampaikan dalam laporan World Economic Outlook (WEO) edisi April 2025 yang dirilis baru-baru ini.
Penurunan proyeksi ini, menurut Direktur Departemen Riset IMF Pierre-Olivier Gourinchas, tak lepas dari gejolak ekonomi global. Ketegangan perdagangan internasional dan ketidakpastian kebijakan menjadi biang keladi pelemahan ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Gourinchas bahkan menyebut dunia tengah memasuki era baru, di mana sistem ekonomi global yang telah berjalan selama 80 tahun tengah mengalami reset. Lonjakan tarif dan meningkatnya ketidakpastian kebijakan menjadi faktor utama penyebabnya.

Dampak kebijakan proteksionis negara-negara besar, menurut Gourinchas, tidak hanya mengganggu arus perdagangan global, tetapi juga mempengaruhi keputusan investasi dan konsumsi di berbagai negara. Indonesia pun tak luput dari dampaknya.
Selain pertumbuhan ekonomi yang melambat, IMF juga memprediksi penurunan inflasi di Indonesia dari 2,3 persen pada 2024 menjadi 1,7 persen pada 2025, sebelum kembali naik ke 2,5 persen pada 2026. Lebih buruk lagi, defisit transaksi berjalan diprediksi memburuk dari 0,6 persen pada 2024 menjadi 1,5 persen pada 2025 dan 1,6 persen pada 2026. Tingkat pengangguran pun diprediksi meningkat bertahap, dari 4,9 persen pada 2024 menjadi 5 persen pada 2025, dan 5,1 persen pada 2026.
Meskipun menghadapi tekanan ekonomi serupa dengan negara-negara tetangga, Indonesia masih relatif lebih baik dibandingkan Filipina yang diproyeksikan tumbuh 5,5 persen pada 2025. Vietnam, di sisi lain, mengalami penurunan tajam menjadi 5,2 persen pada 2025 dan hanya 4 persen pada 2026, akibat dampak kebijakan tarif dari Amerika Serikat. Malaysia juga diperkirakan mengalami perlambatan, dari 5,1 persen pada 2024 menjadi 4,1 persen pada 2025 dan 3,8 persen pada 2026. Laporan lengkap WEO dapat diakses melalui situs resmi IMF.
Tinggalkan komentar