Ekonesia – Awal pekan ini pasar keuangan Indonesia dikejutkan oleh gelombang optimisme yang luar biasa. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG secara dramatis melonjak tinggi, menembus batas psikologis 9.000 poin, sementara nilai tukar Rupiah juga tampil perkasa di hadapan Dolar Amerika Serikat. Pergerakan signifikan ini sontak menjadi sorotan utama para pelaku pasar.
Baca juga: Bakrie Kuasai Tol? Ini Strategi Gila Anindya!
Pada perdagangan Senin 26 Januari 2026, meskipun sempat mengawali sesi dengan tekanan, IHSG berhasil berbalik arah dan mengukir kenaikan impresif. Pukul 10:04 WIB, indeks acuan bursa saham Tanah Air ini sudah melesat satu persen penuh, mencapai level 9.043. Lompatan ini menandai kekuatan pasar yang tak terduga setelah pembukaan yang lesu.

Tidak hanya IHSG, performa mata uang domestik juga tak kalah cemerlang. Rupiah menunjukkan kekuatannya dengan menguat tajam, berhasil menembus dan bertahan di level Rp 16.770 per Dolar AS. Penguatan ini menambah deretan kabar baik bagi perekonomian nasional di tengah dinamika global.
Baca juga: Tarif Pelabuhan Baru AS: China Murka!
Berbagai sentimen positif disinyalir menjadi pendorong utama di balik geliat pasar keuangan yang menggembirakan ini. Investor tampaknya menyambut awal pekan dengan optimisme tinggi, memicu aksi beli yang masif di pasar saham dan memperkuat posisi Rupiah. Analisis mendalam mengenai faktor-faktor pendorong di balik fenomena ini telah diulas oleh Safrina Nasution dalam program Profit CNBC Indonesia pada hari yang sama.











Tinggalkan komentar