IHSG Merah Membara Saham Bank Beri Kejutan

Agus Riyadi

4 Februari 2026

2
Min Read

Ekonesia – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diwarnai volatilitas tinggi, berakhir dengan tekanan jual yang signifikan. Setelah sempat membuka sesi dengan optimisme, indeks kebanggaan bursa Tanah Air ini tak mampu mempertahankan momentum positifnya, bahkan terperosok ke zona merah. Hingga pukul 11.05 WIB, IHSG tercatat anjlok 0,86 persen, kehilangan 69,76 poin, dan bertengger di level 8.052,84.

Awalnya, pasar saham domestik menunjukkan sinyal positif, dengan IHSG sempat melaju hingga 8.194,68, menguat 0,89 persen. Namun, euforia tersebut tak bertahan lama. Gelombang aksi jual yang masif segera menyerbu, menyeret indeks kembali ke wilayah negatif. Meskipun sempat ada upaya bangkit dan kembali menyentuh zona hijau sekitar pukul 10.00 WIB, kekuatan beli ternyata belum cukup solid untuk menahan gempuran tekanan.

IHSG Merah Membara Saham Bank Beri Kejutan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Situasi pasar mencerminkan dominasi sentimen negatif, di mana 429 saham mengalami penurunan, berbanding 290 saham yang berhasil menguat, dan 239 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 12,36 triliun, melibatkan perputaran 23,98 miliar saham dalam 1,54 juta kali transaksi. Di tengah badai merah ini, sejumlah saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 tampil sebagai penopang, khususnya dari sektor perbankan yang mayoritas masih bertahan di zona hijau.

Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menjadi bintang dengan lonjakan impresif 8,11 persen. Tak ketinggalan, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menguat 2,86 persen, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik 1,24 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terapresiasi 1,32 persen, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) tumbuh 0,65 persen. Kinerja positif emiten-emiten perbankan ini menjadi oase di tengah lesunya pasar secara keseluruhan.

Kondisi serupa juga melanda sebagian besar bursa di kawasan Asia-Pasifik. Pembukaan perdagangan di wilayah tersebut didominasi oleh koreksi, mengikuti jejak Wall Street yang sebelumnya dihantam aksi jual besar-besaran pada saham-saham teknologi. Indeks Nikkei 225 Jepang, misalnya, tergelincir 1,2 persen, dengan saham produsen peralatan chip Lasertec anjlok 7 persen, pembuat game Konami Group merosot 5,8 persen, dan perusahaan semikonduktor Tokyo Electron turun 3,2 persen.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 juga tak luput dari tekanan, melemah 0,22 persen, terutama dipicu oleh saham-saham di sektor teknologi, akademis, dan jasa pendidikan. Berbeda dengan tren umum, pasar saham Korea Selatan menunjukkan ketahanan. Indeks Kospi menguat 0,4 persen, sementara indeks Kosdaq yang berfokus pada saham berkapitalisasi kecil bahkan melonjak 1,01 persen, memberikan sedikit angin segar di tengah gejolak regional.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post