Ekonesia – Pasar modal Indonesia hari ini, Selasa 3 Februari 2026, menyajikan drama yang mendebarkan. Setelah sempat terpuruk dalam di awal perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit perkasa, mencetak lonjakan signifikan yang mengejutkan banyak pihak.
Baca juga: Trump Tunda Perang Tarif, Pasar Saham Langsung Naik Drastis!
Awalnya, bursa dibuka dengan sentimen negatif. IHSG langsung anjlok 0,43 persen ke level 7.888,77. Kondisi semakin parah hanya dalam sepuluh menit pertama perdagangan, indeks terkoreksi lebih dalam hingga 2,07 persen, menyentuh 7.758,46. Namun, tak butuh waktu lama, semangat investor kembali membara, mendorong indeks memangkas kerugian dan bahkan berbalik arah ke zona hijau.

Menjelang tengah hari, tepatnya pukul 10.44 WIB, IHSG sudah melesat 1,07 persen, mencapai 8.007,65. Ini berarti indeks telah melonjak sekitar 295 poin dari titik terendah intraday-nya. Momentum positif terus berlanjut hingga pukul 11.21 WIB, penguatan semakin kencang mencapai 1,54 persen atau naik 121,63 poin ke level 8.044,36.
Baca juga: Transfer Kejutan! Bintang Baru Liverpool Terungkap?
Antusiasme pasar tercermin dari dominasi saham yang menguat; sebanyak 586 emiten mencatatkan kenaikan, sementara hanya 180 saham yang melemah. Nilai transaksi pun fantastis mencapai Rp 15,68 triliun, melibatkan 31,66 miliar saham dalam 1,69 juta kali transaksi.
Di tengah hiruk pikuk rebound pasar, ada tiga saham yang paling menarik perhatian dan menjadi buruan utama investor. Bumi Resources (BUMI) memimpin dengan nilai transaksi terbesar Rp 3,98 triliun, diikuti Darman Henwa (DEWA) sebesar Rp 1,61 triliun, dan Bukit Uluwatu Villa (BUVA) dengan Rp 1,58 triliun. Ketiganya juga menunjukkan performa impresif: BUMI melonjak 12,73 persen ke 248, DEWA naik 11,96 persen, dan BUVA menguat 2,37 persen hingga jeda siang.
Pergerakan pasar yang fluktuatif ini diperkirakan masih akan membayangi perdagangan bursa saham Indonesia hari ini. Salah satu faktor utama yang memicu gejolak adalah dampak dari aturan MSCI serta data ekonomi, baik dari dalam maupun luar negeri.
Sebelumnya, para pemangku kepentingan pasar modal Indonesia telah menggelar pertemuan penting dengan MSCI pada Senin sore kemarin. Pertemuan ini dilakukan menyusul koreksi tajam bursa saham RI akibat permintaan perubahan aturan dari penyedia indeks global tersebut.
Hasan Fawzi, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengawasi aset kripto dan pasar modal, menyampaikan kabar positif. "Diskusi antara OJK dan MSCI berjalan sangat baik. Kami sepakat untuk melanjutkan pembahasan di tingkat teknis dan MSCI juga telah memberikan panduan terkait metodologi serta perhitungan yang akan diterapkan," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 2 Februari 2026.
Hasan menegaskan komitmen OJK bersama BEI untuk terus memberikan pembaruan informasi secara berkala mengenai perkembangan komunikasi dengan MSCI. Ini sejalan dengan upaya transparansi yang terus didorong oleh regulator dan otoritas bursa. "Harapannya progres ini akan berjalan lancar hingga evaluasi akhir," tambahnya.











Tinggalkan komentar