Hutan Lestari, Pangan Terjamin? Jurus Baru Pemerintah!

Rachmad

22 Agustus 2025

2
Min Read
 Hutan Lestari, Pangan Terjamin? Jurus Baru Pemerintah!

Ekonesia Ekonomi – Jakarta – Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Sulaiman Umar Shiddiq menegaskan bahwa perhutanan sosial adalah kunci kemandirian bangsa. Program ini digadang-gadang mampu mempercepat swasembada pangan, energi, dan air, sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 2025.

Sulaiman menjelaskan bahwa perhutanan sosial bukan hanya sekadar memberikan akses legal kepada masyarakat untuk mengelola hutan. Lebih dari itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan, mengurangi pengangguran, dan menekan angka kemiskinan. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan perhutanan sosial sebagai kebijakan strategis.

 Hutan Lestari, Pangan Terjamin? Jurus Baru Pemerintah!
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

"Perhutanan sosial adalah jalan kemandirian bangsa di mana swasembada pangan, energi, air didorong melalui salah satu proyek strategis nasional, yaitu ketahanan pangan dan energi melalui perhutanan berbasis masyarakat," ujar Wamenhut, seperti dikutip dari keterangan resminya, Jumat.

Hingga saat ini, program perhutanan sosial telah mendistribusikan akses kelola hutan seluas 8.323.671 hektare, mencakup 11.065 Surat Keputusan (SK) dengan penerima manfaat sebanyak 1.420.189 kepala keluarga. Selain itu, telah terbentuk 15.754 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS). "Ini menunjukkan bahwa masyarakat bukan lagi sekadar penjaga hutan, melainkan pelaku utama ekonomi hijau," imbuhnya.

Salah satu upaya mempromosikan program ini adalah melalui Festival Perhutanan Sosial Nasional (PeSoNa). Tahun ini, Festival PeSoNa mengusung tema "Merawat Hutan, Mewariskan Harapan". Festival ini menjadi wadah kolaborasi bagi berbagai pihak, mulai dari masyarakat, generasi muda, pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga mitra pembangunan.

Plt Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kemenhut Mahfudz menambahkan bahwa Festival PeSoNa 2025 bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pengelolaan perhutanan sosial yang berkualitas. "Festival ini menjadi sarana komunikasi, edukasi, promosi hasil usaha KPS dan KUPS, membuka jejaring lintas sektor, serta melibatkan generasi muda dalam pelestarian hutan," jelasnya. Festival ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelaku perhutanan sosial, membuka akses pasar, dan mempertemukan KUPS dengan calon pembeli (offtaker) untuk membangun kerja sama berkelanjutan. Artikel ini disadur dari berita ekonosia.com.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post