Ekonesia – Di tengah isu ketahanan pangan, pemerintah menemukan cara cerdas menstabilkan harga beras. Langkah ini diharapkan jadi solusi jangka panjang atasi gejolak pasar.
Baca juga: LRT Jabodetabek: Libur Lebaran Tetap Mulus!
Muncul pertanyaan penting apakah Badan Pangan Nasional (Bapanas) masih relevan setelah hadirnya Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan). Jawabannya kolaborasi keduanya justru kunci.

Bapanas fokus menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan. Kemenko Pangan berperan sebagai pengarah kebijakan lintas sektor. Sinergi keduanya wujudkan swasembada pangan.
Baca juga: KEK Moncer! Investasi Lampaui Target, Lapangan Kerja Membludak
Bapanas punya tugas vital mulai dari mengatur ekspor impor hingga mengembangkan aplikasi panel harga. Perpres Nomor 81 Tahun 2024 perkuat peran Bapanas dalam proyeksi neraca pangan dan penyaluran bantuan beras.
Koordinasi kebijakan jadi kunci utama. Kemenko Pangan fasilitasi integrasi kebijakan agar pengelolaan pangan lebih komprehensif. Pengembangan sistem informasi pangan juga penting Bapanas sediakan data akurat Kemenko Pangan rancang strategi responsif.
Pengawasan dan pengendalian harga dilakukan bersama. Kedua lembaga jaga stabilitas harga pangan melalui intervensi terukur dan tepat sasaran. Langkah ini diharapkan mampu redam gejolak harga beras di pasaran.











Tinggalkan komentar