Ekonesia Ekonomi – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bergerak cepat merespons gejolak harga beras di pasar. Ia memastikan operasi pasar beras secara masif di seluruh Indonesia bersama Perum Bulog, sebagai langkah konkret menstabilkan harga dan melindungi daya beli masyarakat.
Baca juga: UMKM Kepri Bikin Gubernur Terpana, Kok Bisa?
Mentan menegaskan, pemerintah tidak berpangku tangan melihat kenaikan harga beras yang meresahkan. Sebanyak 1,3 juta ton beras Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) digelontorkan melalui operasi pasar dengan harga yang terjangkau, berkisar antara Rp12.000 hingga Rp12.500 per kilogram.

"Kami bekerja keras melakukan operasi pasar besar-besaran bersama Bulog di seluruh Indonesia dengan jumlah yang cukup besar yaitu 1,3 juta ton beras SPHP, dengan harga Rp12.500 per kg. Itu bentuk kepedulian dan itu atas perintah Bapak Presiden," tegas Mentan seperti dikutip ekonosia.com, Minggu.
Baca juga: Siap-Siap! Jadwal La Liga Panas!
Mentan mengklaim operasi pasar telah menunjukkan hasil positif, dengan penurunan harga beras di 13 provinsi. Ia meyakini tren penurunan ini akan terus berlanjut seiring dengan operasi pasar yang dilakukan secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Amran mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang menyebut pemerintah abai terhadap kenaikan harga beras. Ia menegaskan, berbagai kebijakan strategis dan terukur telah diambil untuk melindungi petani dan konsumen.
Salah satu wujud kepedulian pemerintah adalah dengan menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp6.500 per kilogram, sebagai upaya melindungi petani sesuai arahan Presiden.











Tinggalkan komentar