Ekonesia – Kemenangan 2-0 Liverpool atas Brighton di Liga Inggris mungkin terasa manis dengan kembalinya Mohamed Salah yang langsung menyumbang assist. Namun, di balik euforia sesaat tersebut, awan gelap membayangi rencana transfer Arne Slot. Dua pemain incaran utama yang sangat diharapkan The Reds kini menjadi rebutan sengit raksasa Eropa, Real Madrid dan Bayern Munchen, mengancam ambisi Liverpool membangun skuad impian.
Baca juga: Detik-Detik Dramatis! Inter Milan Lolos ke Final!
Situasi ini menambah kompleksitas bagi Liverpool yang juga tengah menghadapi tantangan peremajaan tim, persaingan ketat di papan atas Premier League, serta masa depan Harvey Elliott yang dipinjamkan. Meski kini bertengger di posisi keenam klasemen sementara dan hanya terpaut dua poin dari zona Liga Champions, tekanan untuk memperkuat tim tetap sangat tinggi.

Kembalinya Mohamed Salah ke lapangan setelah sempat absen akibat isu internal, dan kontribusinya yang langsung terasa dengan satu assist untuk gol Hugo Ekitike, memang memberikan angin segar. Namun, manajemen klub tetap menyadari urgensi untuk mencari suksesor jangka panjang bagi bintang Mesir tersebut, terlepas dari potensi membaiknya hubungan antara Salah dan klub.
Baca juga: Barca Siap Libas Siapa Saja di Final Supercopa
Salah satu nama yang paling santer disebut adalah Michael Olise, winger lincah Bayern Munchen. Profilnya dinilai ideal untuk mengisi peran kunci di lini serang Liverpool di masa depan. Sayangnya, upaya mendatangkan Olise tidaklah mudah. Liverpool harus bersaing dengan tim-tim elite Benua Biru, terutama Real Madrid yang dikabarkan berada di posisi yang lebih menguntungkan.
Real Madrid Mengancam Rencana The Reds
Ketidakpastian masa depan Salah mendorong Liverpool untuk terus memantau perkembangan Olise. Namun, laporan internal menyebutkan bahwa Real Madrid serius mempertimbangkan langkah besar untuk memboyong pemain berdarah Prancis itu. Klub ibu kota Spanyol tersebut memiliki rencana revitalisasi barisan penyerang pada tahun 2026, dengan kemungkinan melepas Vinicius Junior, Rodrygo, dan Endrick. Ini akan membuka ruang finansial dan teknis yang signifikan untuk merekrut winger kelas atas.
Olise masuk dalam daftar teratas incaran mereka, dan ketertarikan ini membuat posisi Liverpool semakin sulit dalam perebutan tanda tangan sang pemain. Pihak yang dekat dengan Olise mengindikasikan bahwa sang pemain menyadari adanya minat luas, namun saat ini ia masih menikmati kariernya di Bayern Munchen dan belum berniat pulang ke Liga Inggris dalam waktu dekat. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa hanya klub dengan reputasi global dan paket transfer fantastis yang berpeluang memboyong Olise dari Bundesliga.
Ancaman terhadap Liverpool tidak berhenti di sektor sayap. Kebutuhan akan bek tengah juga menjadi prioritas utama Arne Slot menjelang bursa transfer berikutnya.
Bayern Ganggu Perburuan Bek Tengah
Setelah gagal mendapatkan Marc Guehi dari Crystal Palace musim panas lalu, Liverpool masih menyimpan minat besar terhadap bek timnas Inggris tersebut yang kontraknya akan segera berakhir. Selain Guehi, Liverpool juga melakukan penjajakan awal kepada bek Borussia Dortmund, Nico Schlotterbeck. Kontraknya yang tersisa sekitar 18 bulan menarik perhatian sejumlah klub besar.
Pembicaraan awal antara perwakilan Liverpool dan Schlotterbeck telah dilakukan. Namun, kabar dari Jerman menyebutkan bahwa sang pemain cenderung memilih bergabung dengan Bayern Munchen. Bayern dinilai memiliki keunggulan karena preferensi pribadi sang pemain, meskipun langkah mereka masih bergantung pada keputusan Dayot Upamecano terkait perpanjangan kontrak. Jika Bayern benar-benar bergerak, Liverpool diperkirakan akan kesulitan karena banderol Schlotterbeck diperkirakan mencapai Rp 1,1 Triliun.
Di sisi lain, Liverpool juga menghadapi kabar kurang menyenangkan dari sektor pemain pinjaman. Harvey Elliott berpeluang kembali ke Anfield lebih cepat dari rencana awal. Elliott hanya tampil lima kali bersama Aston Villa dan tidak lagi masuk skuad sejak pertengahan Oktober, sehingga opsi pembelian permanen senilai 35 juta poundsterling terancam batal. Keputusan ini dikaitkan dengan evaluasi Unai Emery yang menilai alokasi anggaran klub lebih efektif untuk kebutuhan lain, termasuk rencana merekrut winger asal Brasil pada Januari.
Opini Kami
Liverpool memang meraih kemenangan di lapangan, namun terlihat rentan dalam strategi perencanaan jangka menengah. Ketergantungan pada target yang juga diincar klub elite Eropa menunjukkan kurangnya keunggulan kompetitif di bursa transfer. Tanpa manuver transfer yang berani dan terarah, The Reds berisiko kembali tertinggal dalam persaingan membangun skuad yang benar-benar siap bersaing di level tertinggi.



Tinggalkan komentar