Ekonesia – Dunia sepak bola kembali dihebohkan dengan kabar kurang menyenangkan dari mantan bintang Liverpool, Jordon Ibe. Pemain sayap berusia 30 tahun ini dikabarkan akan segera menghadapi meja hijau setelah penangkapannya di Bandara Luton, Inggris, pada Januari lalu. Penangkapan tersebut terkait dugaan kasus penganiayaan serius yang terjadi pada pertengahan Desember sebelumnya. Kepolisian Metropolitan London telah mengonfirmasi bahwa Ibe, yang kini berdomisili di Chislehurst, London tenggara, secara resmi didakwa atas tuduhan menyebabkan luka fisik.
Baca juga: Rp256 Triliun Hilang? Rahasia Efisiensi Anggaran 2025!
Setelah penangkapannya pada 30 Januari, Ibe sempat ditahan sebelum akhirnya dibebaskan dengan jaminan bersyarat. Ia dijadwalkan akan hadir di Pengadilan Hakim Croydon pada tanggal 6 Maret mendatang untuk memulai proses hukum terkait dugaan penganiayaan tersebut. Ironisnya, kepulangannya ke Inggris pada saat itu juga bertujuan untuk menghadiri sidang kasus lain. Ibe sebelumnya telah mengakui perbuatannya menggunakan resep palsu demi mendapatkan obat tidur Zolpidem. Untuk kasus ini, ia telah dijatuhi denda sebesar 230 poundsterling, setara dengan sekitar 4,5 juta rupiah, dalam persidangan di Pengadilan Hakim Highbury Corner. Dengan demikian, mantan pemain Liga Primer ini harus menghadapi dua kasus hukum yang berbeda dalam waktu berdekatan.

Mengingat kembali jejak kariernya, Jordon Ibe sempat digadang-gadang sebagai talenta menjanjikan. Bakatnya mulai tercium saat membela Wycombe Wanderers, hingga akhirnya raksasa Merseyside, Liverpool, memboyongnya pada usia 16 tahun. Selama berseragam The Reds, Ibe mencatatkan total 58 penampilan di berbagai ajang, termasuk 41 pertandingan di kasta tertinggi Liga Inggris.
Baca juga: City Bantai Al Ain, Haaland Ngamuk! Ada Apa?
Puncak kariernya seolah terjadi pada tahun 2016, ketika Bournemouth merekrutnya dengan mahar fantastis 15 juta poundsterling, berharap ia bisa bersinar di bawah arahan Eddie Howe. Kontrak empat tahun dengan klausul pembelian kembali dan penjualan menyertai kepindahannya. Namun, harapan itu pupus. Performa Ibe justru merosot tajam, inkonsistensi menjadi momok yang membuatnya kesulitan menembus tim utama sejak musim perdananya di klub pesisir selatan tersebut.
Setelah kontraknya berakhir dan mencatatkan 92 penampilan tanpa ada klausul yang diaktifkan, Ibe meninggalkan Bournemouth. Sejak saat itu, perjalanan kariernya semakin berliku. Ia tercatat telah membela tujuh klub berbeda, mulai dari Derby County di Championship, beberapa tim non-liga di Inggris, sempat menjajal kompetisi di Turki, hingga kini bermain untuk klub Bulgaria, Lokomotiv Sofia. Kasus hukum yang menimpanya kini tentu menambah daftar panjang tantangan dalam perjalanan hidup dan karier sang pemain.











Tinggalkan komentar