Ekonomi RI Cuma 4,7%? Sri Mulyani Buka Suara!

Rachmad

30 April 2025

2
Min Read
Ekonomi RI Cuma 4,7%? Sri Mulyani Buka Suara!

TeraNews Bisnis – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan tanggapannya terkait laporan terbaru Dana Moneter Internasional (IMF) yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dari 5,1 persen menjadi 4,7 persen. Dalam konferensi pers APBN KiTa, Rabu (30/4), Sri Mulyani menjelaskan bahwa penurunan proyeksi tersebut bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di negara-negara lain seperti Amerika Serikat (AS), China, Uni Eropa, Jepang, dan India.

"Koreksi terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif kecil, namun bukan berarti kita bisa lengah," tegas Sri Mulyani. Ia menekankan pentingnya kerja keras untuk mencegah agar prediksi tersebut tidak menjadi kenyataan. Strategi dan langkah konkret perlu segera dijalankan.

Ekonomi RI Cuma 4,7%? Sri Mulyani Buka Suara!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sri Mulyani membandingkan penurunan proyeksi ekonomi Indonesia dengan negara lain. Ia menilai penurunan di Indonesia lebih terukur dibandingkan dengan yang dialami China dan AS. Menurutnya, penurunan ekonomi global, khususnya di AS dan China, terkait erat dengan kebijakan tarif yang diterapkan Presiden AS Donald Trump dan memanasnya perang dagang antara kedua negara tersebut.

"AS mengalami koreksi yang sangat dalam, hanya tumbuh 1,8 persen tahun ini, padahal seharusnya 2,7 persen. Penurunannya lebih dari 40 persen. Kebijakan Trump tampaknya justru melemahkan pertumbuhan ekonomi mereka sendiri," jelas Sri Mulyani.

IMF juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun depan sebesar 4,7 persen, sementara AS diperkirakan akan lebih rendah lagi, yakni 1,7 persen. China juga mengalami penurunan proyeksi, dari 4,6 persen menjadi 4 persen. "Ini menjadi perdebatan tersendiri, dan tahun depan mungkin akan lebih lemah lagi," pungkas Sri Mulyani. Pernyataan ini menunjukkan perlunya pemerintah untuk terus memantau perkembangan ekonomi global dan mengambil langkah-langkah antisipatif.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post