Ekonesia – Stadion Segiri bergemuruh menyaksikan drama menegangkan saat Borneo FC secara dramatis menundukkan PSM Makassar dengan skor 2-1. Dua sundulan maut Joel Vinicius di paruh kedua menjadi penentu, membalikkan keadaan setelah Juku Eja sempat unggul cepat. Kemenangan ini menegaskan mental baja Pesut Etam dalam lanjutan BRI Super League.
Baca juga: Rumah Subsidi Mungil? Opsi Baru dari Pemerintah!
Pertandingan ini krusial bagi kedua tim. Borneo FC, yang baru saja tergeser dari puncak klasemen oleh Persib Bandung dan mencatat hasil kurang memuaskan di empat laga terakhir, bertekad bangkit. Sementara itu, PSM Makassar yang bertengger di posisi kesembilan, datang dengan ambisi mencuri poin dari tim runner-up sementara ini.

Babak pertama dibuka dengan kejutan. Baru dua menit laga berjalan, Alex Tanque dari PSM Makassar berhasil merobek jala Nadeo Argawinata. Gol sempat ditinjau VAR karena dugaan pelanggaran, namun setelah pengecekan intensif, wasit mengesahkan gol tersebut, membawa Juku Eja unggul 0-1. Borneo FC yang tertinggal mencoba merespons, namun pertahanan PSM tampil solid. Tim tamu justru lebih nyaman mengendalikan permainan, bahkan nyaris menggandakan keunggulan melalui Jacques Medina yang sepakannya masih bisa ditepis Nadeo. Menjelang turun minum, Pesut Etam mendapat peluang dari tendangan bebas Juan Villa, namun Hilmansyah sigap menepis. Drama kembali terjadi di penghujung babak pertama ketika Joel Vinicius sempat menyamakan kedudukan. Namun, setelah tinjauan VAR, gol tersebut dianulir karena Vinicius dianggap offside. Skor 0-1 bertahan hingga jeda.
Baca juga: Rahasia di Balik Isu Jual Hotel Mewah!
Babak kedua menjadi panggung kebangkitan Borneo FC. Dengan strategi lebih agresif dan mengandalkan umpan silang mematikan, Pesut Etam terus menggempur pertahanan PSM. Hasilnya, pada menit ke-68, Joel Vinicius sukses menyamakan kedudukan. Sundulan kerasnya tak terbendung setelah ia memenangkan duel udara di kotak penalti, membuat Yuran Fernandes kewalahan. Skor 1-1 membangkitkan semangat tuan rumah dan mulai meruntuhkan kepercayaan diri lini belakang Juku Eja yang dikenal kokoh.
Puncak drama terjadi di menit ke-87. Skema serangan serupa kembali membuahkan hasil. Sebuah umpan silang akurat kembali disambut sundulan tajam Vinicius, yang tak memberi kesempatan Hilmansyah. Gol kedua Vinicius ini membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk Borneo FC, sontak mengubah suasana Stadion Segiri dari tegang menjadi euforia. Dua gol sundulan Vinicius menjadi bukti efektivitas serangan udara Borneo FC dan kegagalan PSM dalam mengantisipasi bola-bola atas, terutama Yuran Fernandes yang dua kali kalah dalam duel krusial.
Kemenangan dramatis 2-1 ini tidak hanya mengamankan tiga poin penting bagi Borneo FC, tetapi juga mengukuhkan mereka sebagai penantang serius di papan atas klasemen. Sebaliknya, PSM Makassar harus pulang dengan tangan hampa, kehilangan momentum berharga dalam persaingan ketat BRI Super League.











Tinggalkan komentar