Ekonesia – Juventus berhasil memetik kemenangan tipis namun krusial saat bertandang ke markas Udinese. Gol tunggal Jeremy Boga menjadi penentu tiga poin berharga yang mengatrol posisi Si Nyonya Tua dalam perburuan tiket Liga Champions musim depan. Laga sengit di Bluenergy Stadium ini berakhir dengan skor 0-1, menandai langkah penting pasukan Luciano Spalletti dalam kompetisi Serie A.
Baca juga: AGRS Rombak Direksi! Siapa Penggantinya?
Pertarungan antara Udinese dan Juventus pada pekan ke-29 Liga Italia berjalan alot. Meskipun hanya mampu mencetak satu gol, hasil ini sudah cukup bagi Juventus untuk membawa pulang poin penuh. Kemenangan ini bukan sekadar tiga angka, melainkan suntikan moral vital yang menjaga asa mereka tetap menyala di papan atas, khususnya dalam perebutan posisi empat besar yang berhak tampil di Liga Champions.

Sepuluh menit awal pertandingan berlangsung seimbang, kedua tim saling menjajaki kekuatan. Juventus, dengan lini serang dinamis, mencoba membongkar pertahanan Udinese yang disiplin. Momen berbahaya pertama muncul di menit ke-12 ketika umpan terobosan Kelly gagal dimaksimalkan Boga karena sentuhan yang terlalu jauh. Setelah beberapa percobaan, kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-38. Berawal dari umpan matang Kenan Yildiz, Jeremy Boga yang berdiri bebas dengan mudah menceploskan bola ke gawang, membawa Juventus unggul 1-0. Udinese mencoba merespons, namun tembakan Atta masih melenceng. Juventus bahkan nyaris menggandakan keunggulan melalui Andrea Cambiaso, namun kiper Okoye sigap menepisnya.
Baca juga: MU Pecat Pelatih? Sosok Kejutan Ini Jadi Kandidat Kuat!
Memasuki babak kedua, Udinese langsung tancap gas. Sebuah peluang emas tercipta di menit ke-51 saat Davis mengirim umpan kepada Ekkelenkamp di depan gawang, namun sang gelandang gagal menuntaskannya menjadi gol penyama kedudukan. Setelah ancaman tersebut, Juventus kembali mengambil alih kendali. Mereka sempat mencetak gol kedua di menit ke-70 melalui Francisco Conceicao. Namun, kegembiraan itu sirna setelah wasit membatalkan gol tersebut usai meninjau VAR, menilai Teun Koopmeiners berada dalam posisi offside aktif yang menghalangi pandangan kiper. Drama VAR ini menambah ketegangan laga. Menjelang akhir pertandingan, Kenan Yildiz melakukan aksi individu brilian, mengirim umpan kepada Miretti, namun tembakannya masih bisa digagalkan penjaga gawang.
Pelatih Udinese, Kosta Runjaic, menurunkan skema 3-5-2 untuk meredam serangan Juventus, sementara Luciano Spalletti mengandalkan formasi 4-2-3-1 yang lebih menyerang. Dengan tambahan tiga poin ini, Juventus sementara merangsek naik ke posisi keempat klasemen, unggul dua poin dari pesaing terdekat seperti AS Roma dan Lazio yang belum bertanding. Di sisi lain, Udinese harus puas tertahan di paruh tengah tabel dengan koleksi 36 angka. Kemenangan ini menegaskan ambisi Juventus untuk kembali berlaga di kancah Eropa musim depan.


Tinggalkan komentar