Ekonesia – Manchester United berada di titik penentuan krusial terkait siapa yang akan memimpin skuad Setan Merah sebagai juru taktik sementara. Setelah serangkaian dialog intensif, nama Michael Carrick kini muncul sebagai kandidat terkuat, menggeser Ole Gunnar Solskjaer yang sebelumnya lebih diunggulkan untuk mengisi posisi tersebut.
Perubahan arah ini terjadi menyusul evaluasi mendalam oleh manajemen klub, terutama setelah hasil kurang memuaskan di bawah arahan Darren Fletcher. Fletcher, yang mengambil alih kemudi pasca pemecatan Ruben Amorim, gagal mempersembahkan kemenangan, hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Burnley dan menelan kekalahan 1-2 dari Brighton di Piala FA. Kondisi ini mendesak klub untuk segera menunjuk figur yang mampu membawa stabilitas.

Urgensi penunjukan komandan sementara semakin terasa mengingat jadwal padat yang menanti, puncaknya adalah Derbi Manchester yang penuh gengsi akhir pekan ini. Petinggi klub ingin memastikan tim memiliki persiapan maksimal untuk menghadapi laga sarat prestise tersebut, demi mengembalikan kepercayaan diri dan konsistensi performa tim yang sempat goyah.
Meskipun Solskjaer awalnya dianggap lebih cocok karena rekam jejaknya sebagai pelatih caretaker maupun permanen di Old Trafford, wawancara dan penilaian internal justru menempatkan Carrick di posisi terdepan. Pengalaman serta pemahaman mendalam Carrick terhadap kultur klub menjadi faktor penentu yang signifikan.
Carrick sendiri bukanlah sosok asing bagi Manchester United. Ia mengabdi sebagai pemain selama 12 musim sejak 2006, mengoleksi 10 trofi mayor termasuk lima gelar Premier League dan satu Liga Champions. Setelah gantung sepatu pada 2018, ia langsung terjun ke dunia kepelatihan, menjadi asisten Jose Mourinho dan bahkan sempat menjabat pelatih interim singkat sebelum era Solskjaer. Di bawah Solskjaer, ia juga menjadi bagian dari staf pelatih yang membawa United finis kedua di Premier League musim 2020/2021.
Pengalaman kepelatihannya semakin teruji saat ia mengambil alih Middlesbrough. Di sana, Carrick berhasil mengangkat performa tim dari zona degradasi hingga menembus babak play-off Championship pada musim perdananya. Kini, dengan status tanpa klub sejak dilepas Middlesbrough musim lalu, Carrick dinilai memiliki profil yang pas untuk meredam gejolak internal dan membawa ketenangan jangka pendek.
Fokus utama Manchester United saat ini adalah menstabilkan kondisi tim dalam waktu dekat, sebelum kemudian menentukan arah jangka panjang terkait penunjukan pelatih permanen. Dengan rekam jejak dan pemahaman mendalam tentang klub, Carrick diharapkan mampu menjadi solusi sementara yang efektif.











Tinggalkan komentar