Ekonesia – Pertarungan sengit antara Madura United dan Arema FC dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 menyajikan drama empat gol yang mendebarkan hingga peluit akhir. Duel klasik Jawa Timur yang digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan pada Sabtu 21 Februari 2026 itu berakhir imbang 2-2, sebuah skor yang sama sekali tidak mencerminkan intensitas dan ketegangan sepanjang 90 menit pertandingan. Kedua tim saling berbalas serangan, menciptakan tontonan yang memukau bagi para penggemar sepak bola.
Baca juga: Produksi Minyak Bumi Melonjak! Target Tercapai?
Sejak awal babak pertama, tempo permainan sudah tinggi. Arema FC lebih dulu menebar ancaman serius pada menit kesembilan melalui sepakan keras Gabi yang sayangnya masih melebar dari sasaran. Madura United tak tinggal diam, merespons lima menit berselang. Umpan sepak pojok akurat dari Iran Junior berhasil disambut sundulan Medonca, namun kesigapan penjaga gawang Adi Satryo mampu mengamankan gawangnya. Lulinha dan Riquelme juga turut menguji pertahanan Singo Edan dengan tembakan jarak jauh serta tendangan dari luar kotak penalti, meski belum membuahkan hasil.

Peluang emas bagi Laskar Sape Kerrab datang pada menit ke-30. Berawal dari skema tendangan bebas, sundulan Medonca diteruskan kepada Brandao yang sudah berdiri bebas di muka gawang. Sayang, kesempatan krusial itu gagal dikonversi menjadi gol. Arema juga sempat mengancam lewat tendangan bebas Gustavo Franca, namun bola masih melambung di atas mistar. Kebuntuan akhirnya pecah di masa tambahan waktu babak pertama, tepatnya menit 45+1. Brandao sukses memaksimalkan umpan terukur Iran Junior, membawa Madura United unggul 1-0 saat jeda turun minum.
Baca juga: BUMN Transformasi? Perum Jadi PT, September Final!
Memasuki babak kedua, Arema FC langsung tancap gas. Hanya berselang dua menit setelah peluit dibunyikan, Dalberto melepaskan tendangan keras yang tak mampu dijangkau Diky Indrayana, mengubah skor menjadi 1-1. Momentum berpihak kepada Arema. Pada menit ke-51, Dalberto kembali menjadi kreator dengan mengirim umpan matang ke depan gawang yang langsung disambar Vinicius dengan sentuhan singkat, membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk keunggulan tim tamu.
Tertinggal satu gol, Madura United meningkatkan agresivitas serangan mereka. Berbagai upaya dilakukan untuk menyamakan kedudukan, namun hingga menit ke-75, tembok pertahanan Arema masih kokoh. Arema bahkan nyaris memperlebar jarak pada menit ke-79 ketika umpan tarik Gustavo Franca dari sisi kanan gagal dimanfaatkan Vinicius yang sontekannya melenceng tipis dari gawang.
Namun, semangat pantang menyerah Madura United akhirnya membuahkan hasil di menit-menit krusial. Pada menit ke-88, dari skema sepak pojok yang dieksekusi Jordy Wehrmann, Medonca melompat tinggi menyambut bola dengan sundulan mematikan yang sukses menggetarkan jala gawang Arema. Skor kembali imbang 2-2. Kedudukan tersebut bertahan hingga wasit meniup peluit panjang, mengakhiri derby Jawa Timur yang penuh gairah ini tanpa pemenang, namun dengan pertunjukan sepak bola yang luar biasa dari kedua kesebelasan.











Tinggalkan komentar