CGAS Panen Cuan di Tengah Perang Timur

Agus Riyadi

31 Maret 2026

2
Min Read

Ekonesia – Di tengah gejolak global yang memanas akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, yang memicu lonjakan harga energi dunia, PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) justru menunjukkan performa bisnis yang cemerlang. Presiden Direktur CGAS, Andika Purwonugroho, mengungkapkan bahwa meskipun perang tersebut turut berdampak pada ketersediaan pasokan energi di Tanah Air, terutama untuk produk-produk impor, perusahaannya memiliki keunggulan strategis.

Sebagai emiten yang bergerak di bidang perdagangan dan distribusi gas alam terkompresi (CNG) di Indonesia, CGAS beruntung karena pasokan bahan baku utamanya berasal dari dalam negeri. Kondisi ini menjadikan perusahaan relatif imun terhadap fluktuasi dan ketidakpastian yang terjadi di pasar energi internasional. Keberlanjutan pasokan domestik menjadi kunci stabilitas operasional CGAS.

CGAS Panen Cuan di Tengah Perang Timur
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pada tahun 2025, CGAS sukses membukukan peningkatan kinerja signifikan berkat ekspansi kapasitas. Perusahaan mengoperasikan stasiun CNG baru di Gresik dengan daya tampung 2,2 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) dan di Grobogan dengan kapasitas 1,5 MMSCFD. Penambahan infrastruktur ini secara langsung mendongkrak kemampuan distribusi gas CGAS.

Berkat perluasan kapasitas dan meningkatnya kebutuhan industri yang gencar beralih dari bahan bakar minyak (BBM) ke CNG, CGAS berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan gas hingga 75 juta MMSCFD sepanjang tahun 2025. Pencapaian ini secara otomatis melonjakkan pendapatan perusahaan menjadi Rp 609 miliar.

Tidak berhenti di situ, CGAS memasang target yang lebih ambisius untuk tahun 2026. Perusahaan memproyeksikan penjualan gas akan mencapai 90 juta MMSCFD, dengan harapan pendapatan dapat menembus angka fantastis Rp 835 miliar. Strategi bisnis dan kinerja gemilang CGAS di tengah turbulensi energi global ini menjadi sorotan utama, menunjukkan resiliensi dan adaptabilitas perusahaan dalam menghadapi tantangan ekonomi dunia.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post