Bocor Emiten Ini Bakal Jadi Raksasa Bengkel EV BYD

Agus Riyadi

28 Januari 2026

2
Min Read

Ekonesia – Sebuah kabar mengejutkan tengah berembus kencang di jagat otomotif nasional. PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI), emiten yang bergerak di sektor suku cadang dan perawatan kendaraan, disebut-sebut sedang dalam tahap finalisasi kemitraan strategis dengan BYD, raksasa produsen kendaraan listrik global. Kolaborasi ini digadang-gadang akan menjadi kunci bagi BYD untuk membangun jaringan bengkel resmi yang kokoh di seluruh penjuru Indonesia, sekaligus memperkuat ekosistem purna jual di tengah gempuran ekspansi mereka di pasar domestik.

Langkah ini bukanlah tanpa alasan. Sebelumnya, BYD telah mengumumkan gelontoran investasi fantastis senilai sekitar Rp20 triliun untuk mendirikan fasilitas manufaktur kendaraan listrik di Tanah Air. Ini menegaskan komitmen jangka panjang BYD, tidak hanya dalam produksi, tetapi juga dalam menyediakan layanan pendukung yang berkelanjutan bagi para konsumennya. Kehadiran bengkel resmi yang memadai menjadi krusial untuk menopang kepercayaan pembeli EV.

Bocor Emiten Ini Bakal Jadi Raksasa Bengkel EV BYD
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menurut bisik-bisik di kalangan pelaku industri, KAQI berencana untuk membangun lebih dari 20 titik bengkel resmi BYD dengan proyeksi nilai kontrak yang mencapai angka fantastis, Rp300 miliar. Lokasi-lokasi strategis seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Bali, dan beberapa kota besar lainnya yang menunjukkan lonjakan minat terhadap kendaraan listrik, akan menjadi fokus utama pembangunan. Ini sejalan dengan kebutuhan BYD untuk memperluas jangkauan layanan purna jual mereka secara cepat dan efisien.

John Aprijaya, seorang Analis Pasar Modal, pada Selasa (27/1/2026) mengungkapkan, "Dari sudut pandang emiten, potensi kerja sama ini dipastikan akan memberikan kontribusi material terhadap kinerja KAQI. Sebagai perbandingan, penjualan KAQI pada Q3 2025 tercatat Rp53,2 miliar. Dengan estimasi nilai proyek bengkel BYD yang mencapai Rp300 miliar, skala proyek ini jelas sangat signifikan dibandingkan capaian historis perusahaan." Ia menambahkan bahwa bisnis bengkel resmi EV menjanjikan pendapatan berkelanjutan dari servis berkala, penjualan suku cadang, hingga perawatan baterai, yang berbeda dengan proyek sekali jadi.

Lebih lanjut, keterlibatan langsung dalam ekosistem kendaraan listrik diyakini akan meningkatkan daya tarik valuasi KAQI di mata investor. "Kemitraan dengan prinsipal global sekelas BYD bisa menjadi katalis positif bagi kenaikan valuasi. Pasar cenderung memberikan premi khusus bagi emiten yang terintegrasi dalam rantai pasok kendaraan listrik," pungkas John. Data menunjukkan, penjualan EV di Indonesia terus meroket, didorong oleh insentif pemerintah dan kesadaran lingkungan. BYD sendiri saat ini mendominasi pasar EV nasional, mengungguli banyak merek internasional lainnya. Dengan pabrik lokal yang akan segera beroperasi, BYD sangat membutuhkan sekutu domestik yang tangguh untuk mengakselerasi ekspansi layanan, terutama di fase awal penetrasi pasar.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post