Ekonesia – Kabar mengejutkan datang dari bursa transfer Liga Inggris. Everton dikabarkan selangkah lagi mengamankan jasa wonderkid Chelsea, Tyrique George, dengan status pinjaman hingga akhir musim. Langkah ini diambil Everton di tengah kebutuhan mendesak untuk memperkuat lini serang mereka. Kesepakatan antara kedua klub raksasa Premier League ini disebut sudah tercapai, kini bola panas ada di tangan George, penyerang sayap berusia 19 tahun itu, apakah ia bersedia hijrah demi menit bermain yang lebih konsisten.
Baca juga: Chelsea Nangis Darah! Rugi Besar Lepas Pemain Ini
Krisis di sektor sayap menjadi alasan utama Everton memburu talenta muda ini. Badai cedera yang menimpa Jack Grealish membuatnya harus menepi hingga musim berakhir, sementara Tyler Dibling belum mampu menembus skuad inti asuhan Sean Dyche. Situasi ini membuat The Toffees kekurangan opsi serangan dari sisi lapangan, memicu manajemen klub untuk bergerak cepat mencari pemain yang mampu menghadirkan kombinasi kecepatan, kreativitas, dan kemampuan membuka ruang. Tyrique George, meski usianya masih sangat muda, dinilai memiliki semua kriteria tersebut dan siap memberikan dimensi baru dalam permainan Everton.

Musim ini, George sebenarnya telah berjuang keras untuk menembus tim utama Chelsea di Stamford Bridge. Peluangnya sempat terbuka lebar di bawah arahan pelatih Enzo Maresca. Ia berhasil mencatatkan empat penampilan di Premier League serta enam laga di Liga Champions. Tak hanya itu, George juga sukses menyumbangkan dua gol di ajang Carabao Cup, membantu The Blues melaju hingga babak semifinal. Namun, sejak pertengahan Desember, namanya mulai terpinggirkan dari skuad utama, membuat masa depannya di klub London tersebut kembali menjadi tanda tanya besar.
Baca juga: Bernabeu Resmi! Final Piala Dunia 2030 di Madrid?
Sebelum Everton muncul sebagai kandidat terkuat, George sudah menjadi incaran serius beberapa klub elite Eropa. Roma, yang merupakan klub saudara Everton, diketahui intens memantau perkembangannya. Bahkan, pada musim panas lalu, George nyaris saja berlabuh ke Fulham dalam kesepakatan senilai sekitar 22 juta Poundsterling, atau setara kurang lebih Rp440 miliar. Sayangnya, transfer tersebut gagal terwujud di hari terakhir bursa transfer, sebuah insiden yang diyakini meninggalkan jejak kekecewaan bagi sang pemain.
George bukanlah nama sembarangan di lingkungan akademi Chelsea. Ia dinobatkan sebagai Pemain Akademi Terbaik Chelsea 2025, sebuah penghargaan yang secara tegas menggarisbawahi kualitas dan potensi luar biasanya. Dikenal sebagai penyerang sayap kiri yang lincah, kreatif, dan berani berduel satu lawan satu, George juga memiliki insting penempatan posisi yang sangat baik, membuatnya sering berada di posisi menguntungkan saat menyerang. Karakteristik ini diharapkan mampu menyuntikkan warna berbeda dalam permainan Everton yang kerap tumpul dalam membangun serangan dari sisi lapangan.
Meskipun diminati oleh beberapa klub lain, Everton saat ini memimpin perburuan untuk mendapatkan tanda tangan George. Laporan terbaru bahkan menyebutkan bahwa kesepakatan peminjaman ini berpotensi disertai klausul pembelian permanen di akhir musim. Hal ini bisa terjadi jika pelatih Chelsea tidak melihat George dalam rencana jangka pendek mereka. Bagi Everton, mendatangkan George bukan sekadar penambal lubang, melainkan juga investasi potensial untuk masa depan. Sementara bagi sang pemain, kepindahan ini adalah panggung ideal untuk unjuk gigi dan membuktikan kemampuannya secara konsisten di level tertinggi sepak bola Inggris.











Tinggalkan komentar