Belanja Makin Cerdas? AI Ubah Wajah Ritel!

Rachmad

30 Agustus 2025

2
Min Read
 Belanja Makin Cerdas? AI Ubah Wajah Ritel!

Ekonesia Ekonomi – Dulu hanya sebatas jargon, kini kecerdasan buatan (AI) hadir nyata dalam kehidupan sehari-hari, menawarkan kemudahan di berbagai sektor, termasuk industri ritel. Inovasi berbasis AI seperti troli pintar dan mesin pencari personalisasi mengubah cara konsumen berbelanja.

Di Singapura, H&M (Gill Capital Group) bekerja sama dengan Google Cloud menghadirkan mesin pencari pintar yang memahami bahasa sehari-hari. Victor Siow, Group Chief Data and Analytics Officer Gill Capital Group, menjelaskan bahwa AI menjembatani komunikasi manusia dan logika mesin. Fitur ini, yang rencananya rilis di Indonesia dan Thailand akhir 2025, meningkatkan keterlibatan pengguna dan penjualan.

 Belanja Makin Cerdas? AI Ubah Wajah Ritel!
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Inovasi AI juga merambah pasar swalayan. "Store of Tomorrow" dari FairPrice Group menampilkan troli pintar dengan tablet interaktif yang memindai barcode, menampilkan promo, dan memberikan rekomendasi resep. Kamera AI mendeteksi rak kosong, mengirim notifikasi ke staf untuk mencegah kekecewaan pelanggan.

CEO FairPrice Group, Vipul Chawla, menekankan bahwa tujuan inovasi ini adalah meningkatkan kualitas hidup pelanggan. CEO Google Cloud, Thomas Kurian, menambahkan bahwa AI kini menjadi infrastruktur baru seperti listrik dan internet, yang memberikan kemudahan bagi semua orang.

AI menawarkan manfaat bagi konsumen, seperti belanja yang lebih mudah, murah, dan ramah lingkungan. Bagi perusahaan, AI meningkatkan efisiensi operasional, proyeksi bisnis, dan pengambilan keputusan berbasis data.

Namun, privasi dan keamanan data menjadi tantangan utama. Thomas Kurian menegaskan bahwa kendali data tetap berada di tangan pengguna, dengan mekanisme enkripsi dan pengawasan ketat. Google Cloud berinvestasi besar untuk melindungi data dari ancaman siber.

Di Indonesia, Google Cloud telah bermitra dengan banyak perusahaan besar. Perkembangan AI yang pesat menuntut keseimbangan agar teknologi ini memperkuat peran manusia, bukan menggantikannya.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post