Banten Geger MRT Tiba Titik Ini Bakal Melejit

Agus Riyadi

15 Februari 2026

2
Min Read

Ekonesia – Wajah Provinsi Banten diprediksi akan mengalami transformasi besar menyusul rencana perluasan jaringan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Proyek ambisius ini bakal merambah hingga Balaraja, Banten, melalui studi Lintas Timur-Barat Fase 2 dari Kembangan sepanjang 30 kilometer. Kabar ini sontak memancing minat serius dari sejumlah raksasa properti nasional.

Belum lama ini, penandatanganan nota kesepahaman antara PT MRT Jakarta dengan deretan pengembang terkemuka menjadi penanda babak baru. Mereka yang terlibat antara lain PT Serpong Cipta Kreasi (Summarecon Serpong), PT Alam Sutera Realty Tbk (Alam Sutera), PT Lippo Karawaci (Lippo Land), PT Paramount Enterprise International (Paramount Land), PT Serpong Cipta Cahaya (Summarecon Tangerang), PT Sinar Puspapersada (Intiland Development Tbk), dan PT Metropolitan Karyadeka Development (Metland Cyber Putri).

Banten Geger MRT Tiba Titik Ini Bakal Melejit
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas belaka. Menurut Tuhiyat, inisiatif ini merupakan perwujudan mandat ketiga yang diemban MRT Jakarta, yakni mengoptimalkan pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) dalam radius 700 meter dari setiap stasiun. Ia menekankan, ini adalah pernyataan komitmen bersama untuk membangun sistem transportasi massal yang efisien dan berkelanjutan demi pelayanan publik yang prima.

Tuhiyat menjelaskan, Lintas Timur-Barat merupakan koridor strategis yang vital, menghubungkan kawasan hunian, sentra industri, serta pusat-pusat pertumbuhan baru di DKI Jakarta dan Provinsi Banten. Dalam konteks ini, MRT Jakarta mengambil peran proaktif untuk membantu pemerintah pusat selaku pemilik proyek, dengan mendorong konektivitas serta efisiensi anggaran melalui studi bersama para pengembang, khususnya di wilayah Provinsi Banten.

Fase Kembangan-Balaraja yang membentang sekitar 30 kilometer ini diharapkan Tuhiyat dapat memperlancar perencanaan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, baik dari sisi kelembagaan maupun keuangan. Konsep TOD yang diusung tidak hanya berfokus pada mobilitas semata, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Proyek monumental ini diharapkan dapat terwujud berkat sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Tuhiyat menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Bappenas atas dukungan serta arahan kebijakannya. Tak lupa, ia juga berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Banten yang terus mendorong terwujudnya konektivitas lintas wilayah, serta kepada para pengembang atas kepercayaan dan komitmen yang telah diberikan.

Kolaborasi strategis ini diyakini akan melahirkan solusi inovatif yang mampu meringankan beban pendanaan publik, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi kawasan dan masyarakat sekitar.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post