Bank Syariah Bisa Melejit Ini Kuncinya

Agus Riyadi

24 Februari 2026

2
Min Read

Ekonesia – Industri keuangan syariah di Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk meroket, asalkan mampu menyajikan layanan terbaik dan daya saing yang kuat. Demikian penegasan Anggito Abimanyu, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dalam sebuah forum penting di Jakarta. Menurutnya, inovasi berkelanjutan, kualitas pelayanan prima, rasio bagi hasil yang menarik, serta biaya dana yang kompetitif adalah magnet utama yang akan menarik minat masyarakat luas terhadap produk keuangan syariah.

Anggito Abimanyu menekankan pentingnya komparasi dengan standar global. "Yang utama adalah kompetitif. Bagaimana kita bersaing dengan luar negeri, termasuk dalam isu perpajakan, seperti penghapusan pajak berganda. Intinya, kita harus mampu bersaing," ujarnya dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia 2026 yang bertajuk "Pengarusutamaan Ekonomi Syariah Sebagai Pilar Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional" di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026).

Bank Syariah Bisa Melejit Ini Kuncinya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Selain aspek layanan dan daya saing, strategi pencitraan atau branding yang efektif juga krusial untuk memikat publik. Di Indonesia, permintaan terhadap keuangan syariah terbilang tinggi, didorong oleh dimensi religius yang kuat. "Membangun branding yang baik agar menarik. Pada akhirnya, game changer sesungguhnya adalah kualitas layanan," imbuhnya.

Pemerintah juga diharapkan mengambil peran aktif dalam mendorong pertumbuhan industri keuangan syariah. Kehadiran Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi bukti nyata dampak positif dari intervensi strategis ini. BSI, yang lahir dari penggabungan BNI Syariah, Bank Mandiri Syariah, dan BRI Syariah, kini telah menjelma menjadi bank dengan aset terbesar keenam di Indonesia.

Fenomena ini kontras dengan kondisi sebelumnya, di mana ketiga bank syariah anak usaha BUMN tersebut, saat masih berdiri sendiri, bahkan tidak ada yang mampu menembus daftar 20 bank terbesar di Tanah Air. "Ukuran bank memang harus besar, modalnya harus kuat. Jika ingin berekspansi, butuh modal yang memadai. Contohnya jelas, Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah tumbuh pesat setelah merger," jelas Anggito.

Merger yang melahirkan BSI secara signifikan mempercepat laju pertumbuhan pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia, dari sekitar 6% menjadi 9%. Ini menunjukkan bahwa konsolidasi dan dukungan strategis dapat menjadi katalisator utama bagi kemajuan sektor keuangan syariah nasional.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post