Ekonesia – Persebaya Surabaya tampil beringas di Stadion Sultan Agung Bantul Minggu sore. Menghadapi PSIM Yogyakarta dalam lanjutan pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026, Bajul Ijo sukses melampiaskan dendam dengan kemenangan telak tiga gol tanpa balas. Hasil ini sekaligus membalas kekalahan memalukan mereka di awal musim dari tim Laskar Mataram.
Baca juga: Kripto Aman? Asosiasi Siapkan Jurus Jitu!
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim menunjukkan determinasi tinggi untuk meraih poin penuh. PSIM Yogyakarta, sebagai tuan rumah, sempat mendominasi jalannya pertandingan di babak pertama, bahkan menguasai bola hingga 59 persen. Namun, berbagai upaya serangan yang dibangun skuad asuhan Van Gastel selalu kandas di lini pertahanan Persebaya atau melebar dari gawang Ernando Ari. Ezequiel Vidal beberapa kali menebar ancaman, termasuk tendangan kerasnya di menit ke-30 yang sayangnya masih melenceng tipis.

Justru Persebaya yang lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Pada menit ke-35, Paulo Gali Freitas berhasil memecah kebuntuan. Memanfaatkan kerja sama apik dengan Francisco Rivera, Gali Freitas dengan tenang mengoyak jala gawang Cahya Supriadi, membawa Bajul Ijo unggul 1-0. PSIM tak tinggal diam, mencoba merespons dengan serangan balik cepat, namun lagi-lagi penyelesaian akhir mereka kurang presisi. Francisco Rivera nyaris menggandakan keunggulan Persebaya lewat sundulan kepala di menit ke-40, namun Cahya Supriadi sigap mengamankan bola. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan tipis Persebaya.
Baca juga: Paha Kodok Rawa Sumsel Terbang ke Prancis, Kok Bisa?
Memasuki babak kedua, PSIM kembali mencoba menekan. Fahreza Sudin sempat mendapatkan peluang emas di menit ke-51 setelah melewati dua pemain asing Persebaya, namun tendangannya berhasil digagalkan oleh penyelamatan gemilang Ernando Ari. Ze Valente juga mencoba peruntungannya, namun bola masih melebar. Persebaya sendiri memiliki kesempatan emas untuk memperlebar jarak di menit ke-66 saat Paulo Gali Freitas berhadapan dengan gawang kosong setelah Cahya Supriadi terjatuh, namun bola justru melenceng tipis.
Harapan PSIM untuk menyamakan kedudukan pupus di menit ke-74. Rekrutan baru Persebaya, Bruno Parreira, berhasil memanfaatkan umpan jauh yang tak mampu dihalau Cahya Supriadi, dan dengan dingin menceploskan bola untuk mengubah skor menjadi 2-0. Pesta gol Bajul Ijo ditutup secara tak terduga oleh Rachmat Irianto di menit ke-85. Pemain bertahan yang baru masuk di 10 menit terakhir ini melakukan solo run dari lini tengah dan melepaskan tembakan keras yang tak mampu dibendung, mengunci kemenangan Persebaya 3-0.
Kemenangan impresif ini membawa Persebaya mengoleksi 31 poin, naik ke peringkat keenam klasemen sementara. Sementara itu, PSIM Yogyakarta harus puas tertahan di posisi ketujuh dengan 30 poin, membayangi tepat di bawah Bajul Ijo. Absennya beberapa pilar asing PSIM disebut-sebut turut memengaruhi performa mereka di laga krusial ini. Persebaya benar-benar menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang patut diperhitungkan di musim ini.











Tinggalkan komentar