Awas Reuni Canggung di Chelsea Bikin Penasaran

El-Shinta

6 Januari 2026

2
Min Read

Ekonesia – Stamford Bridge bersiap menyambut era baru di bawah arahan pelatih anyar, Liam Rosenior. Namun, di balik kegembiraan penunjukan mantan juru taktik Derby County ini, tersimpan sebuah potensi reuni yang mungkin sedikit canggung. Rosenior dikabarkan akan kembali bertemu dengan seorang pemain yang pernah ia hukum karena masalah indisipliner saat keduanya masih berada di Strasbourg, yaitu Emmanuel Emegha.

Penunjukan Rosenior sebagai pelatih kepala The Blues datang setelah klub memutuskan untuk berpisah dengan Enzo Maresca akibat adanya perselisihan internal dengan manajemen. Kini, sorotan tertuju pada bagaimana Rosenior akan menangani situasi unik ini, mengingat sejarahnya dengan Emegha.

Awas Reuni Canggung di Chelsea Bikin Penasaran
Gambar Istimewa : gilabola.com

Emmanuel Emegha, striker muda berbakat, pernah dijatuhi sanksi skorsing oleh Strasbourg pada Desember tahun lalu. Kala itu, ia dianggap melanggar nilai-nilai, aturan, serta ekspektasi yang ditetapkan oleh klub. Rosenior, yang saat itu menjabat sebagai pelatih, bahkan secara tegas menyatakan bahwa tindakan skorsing tersebut mutlak diperlukan, yang berujung pada absennya Emegha dalam satu pertandingan liga melawan Toulouse. Pihak Strasbourg sendiri tidak merinci alasan pasti di balik hukuman tersebut, hanya menekankan komitmen mereka terhadap etika dan profesionalisme di ruang ganti.

Menariknya, Emegha saat ini masih berstatus pemain pinjaman di klub Ligue 1 tersebut. Namun, ia telah menandatangani kontrak jangka panjang berdurasi tujuh tahun dengan Chelsea, yang akan mulai berlaku pada musim panas mendatang. Ini berarti, reuni antara Rosenior dan Emegha di London Barat tak terhindarkan.

Meski demikian, hubungan keduanya tidak selalu diwarnai ketegangan. Ketika kabar kepindahan Emegha ke Chelsea mencuat, banyak penggemar Strasbourg yang melayangkan protes keras, merasa klub terlalu mudah melepas aset berharganya. Bahkan, spanduk-spanduk protes bermunculan, meminta Emegha mengembalikan ban kapten. Dalam momen tersebut, Rosenior justru tampil membela pemainnya.

Pelatih berusia 41 tahun itu menegaskan bahwa Emegha layak bermain untuk klub besar berkat kerja keras dan kontribusinya. Ia juga mengakui bahwa Strasbourg, secara level, memang masih berada di bawah klub-klub elite Eropa. Pembelaan ini menunjukkan sisi lain dari hubungan mereka, yang mungkin lebih kompleks dari sekadar insiden indisipliner.

Reuni yang dinanti ini akan terjadi pada musim panas mendatang, setelah masa pinjaman Emegha berakhir. Rosenior sendiri dijadwalkan akan memimpin sesi latihan perdana Chelsea pada akhir pekan ini. Pertanyaannya kini adalah, apakah keduanya mampu menepis masalah masa lalu dan bersinergi demi kejayaan The Blues di musim depan? Kedewasaan dan profesionalisme dari kedua belah pihak akan menjadi kunci untuk mengubah potensi canggung ini menjadi kekuatan yang menguntungkan bagi Chelsea.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post