AS Hancur Lawan Eropa Mampukah Bangkit di Piala Dunia

El-Shinta

1 April 2026

3
Min Read

Ekonesia – Tim nasional Amerika Serikat kembali menelan pil pahit setelah takluk 0-2 dari Portugal dalam laga uji coba yang berlangsung Rabu dini hari WIB. Hasil ini menambah panjang daftar kesulitan Negeri Paman Sam saat berhadapan dengan kekuatan sepak bola Eropa, memunculkan keraguan serius menjelang Piala Dunia. Gelandang serang Manchester United, Bruno Fernandes, menjadi aktor utama kemenangan Portugal dengan performa gemilang.

Fernandes menunjukkan kelasnya dengan menyumbangkan dua assist krusial. Ia membuka keran gol pertama melalui umpan tumit cerdik yang berhasil dituntaskan Francisco Trincao. Tak berhenti di situ, kontribusinya kembali terlihat dari situasi sepak pojok yang berujung gol mudah bagi Joao Felix yang berdiri tanpa kawalan.

AS Hancur Lawan Eropa Mampukah Bangkit di Piala Dunia
Gambar Istimewa : gilabola.com

Kekalahan ini merupakan yang kedua bagi Amerika Serikat dalam tiga hari terakhir, menyusul hasil memalukan 2-5 dari Belgia di Atlanta. Lebih jauh lagi, catatan buruk mereka melawan tim Eropa kini membengkak menjadi delapan kekalahan beruntun, sebuah statistik yang mengkhawatirkan.

Pelatih Mauricio Pochettino mencoba eksperimen berani dengan menempatkan Christian Pulisic sebagai ujung tombak utama dalam pertandingan terakhir sebelum penentuan skuad Piala Dunia. Namun, strategi ini gagal total. Pulisic kesulitan menciptakan ancaman berarti dan ditarik keluar saat jeda pertandingan.

Meskipun rentetan hasil negatif terus membayangi, Pochettino tetap menyuarakan optimisme. Ia yakin timnya mampu membalikkan keadaan dan mengakhiri tren buruk tersebut saat turnamen akbar musim panas nanti dimulai, berharap kemenangan perdana atas tim Eropa bisa diraih di panggung Piala Dunia.

Amerika Serikat sebenarnya memulai laga dengan agresif. Tanpa kehadiran striker Folarin Balogun, Pulisic diberi kebebasan lebih untuk menyerang. Sebuah tembakan dari sudut sempit di menit keenam sempat dilepaskan, namun berhasil diblok. Peluang lain muncul ketika Timothy Weah mengirim umpan berbahaya, tetapi Pulisic gagal menyambutnya. Hingga kini, Pulisic belum mencetak gol untuk AC Milan sepanjang 2026 dan untuk timnas sejak 2024.

Sebuah percobaan jarak jauh dari Pulisic juga hanya melenceng tipis. Ironisnya, tak lama berselang, Portugal justru berhasil memecah kebuntuan. Bruno Fernandes menerima umpan terobosan dari Vitinha, lalu memberikan assist tumit kepada Trincao yang tanpa kesulitan menceploskan bola.

Menjelang akhir babak pertama, Pulisic kembali mendapatkan kesempatan dalam duel satu lawan satu, namun gagal melewati bek lawan dan justru diganjar kartu kuning karena pelanggaran, sebelum akhirnya diganti. Usai pertandingan, Pulisic mengakui timnya menciptakan tekanan dan peluang di babak pertama, namun kurang efektif dalam penyelesaian akhir. Ia yakin hasil akan berbeda jika peluang tersebut bisa dimaksimalkan.

Memasuki babak kedua, Pochettino kembali ke formasi yang lebih konvensional dengan memasukkan striker Patrick Agyemang, yang sebelumnya mencetak gol melawan Belgia. Di sisi lain, Portugal melakukan tujuh pergantian pemain, namun ritme permainan mereka tetap terjaga. Keunggulan pun bertambah melalui Joao Felix. Bruno Fernandes mengirim umpan dari sepak pojok yang diterima Felix tanpa penjagaan. Ia mengontrol bola dengan baik sebelum melepaskan tembakan voli ke sudut kiri bawah gawang.

Sejumlah pergantian pemain dari kedua tim membuat tempo pertandingan sedikit menurun. Kiper Amerika Serikat, Matt Freese, tampil cukup solid dengan melakukan dua penyelamatan penting, termasuk dari tembakan jarak jauh Ruben Neves dan peluang Francisco Conceicao di masa tambahan waktu.

Piala Dunia akan dimulai pada 11 Juni mendatang. Amerika Serikat dijadwalkan menghadapi Paraguay, Australia, dan Turki di fase grup, dengan target utama lolos ke babak gugur. Meskipun menelan dua kekalahan beruntun dalam laga uji coba, Pochettino menegaskan bahwa menghadapi lawan-lawan kuat adalah cara terbaik untuk meningkatkan kualitas timnya menjelang turnamen besar. Ia menekankan bahwa Amerika Serikat harus terbiasa bersaing dengan tim-tim papan atas seperti Belgia dan Portugal, yang memiliki sejumlah pemain terbaik dunia, sesuatu yang menurutnya masih belum dimiliki oleh skuadnya saat ini. Menurutnya, menghadapi tim kuat justru menjadi langkah penting dalam proses perkembangan tim.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post