Ekonesia – Arsenal menunjukkan ambisi besar di bursa transfer musim panas mendatang. Klub raksasa London Utara ini dilaporkan berada di posisi terdepan dalam upaya merekrut winger andalan Newcastle United, Anthony Gordon. Tak tanggung-tanggung, The Gunners disebut-sebut menyiapkan dana fantastis mencapai 75 juta poundsterling atau setara Rp1,5 triliun demi memboyong sang pemain. Langkah ini menempatkan mereka di atas para pesaing domestik seperti Liverpool dan Manchester United dalam perburuan tanda tangan bintang berusia 23 tahun tersebut.
Baca juga: Cipularang Macet Parah Ada Apa Gerangan
Manajer Mikel Arteta memang tengah memprioritaskan penambahan amunisi di sektor sayap kiri untuk menajamkan lini serang timnya musim depan. Nama Anthony Gordon telah menjadi sorotan utama dalam beberapa pekan terakhir, diyakini sebagai pemain yang sudah lama dikagumi Arteta dan menjadi target prioritas begitu jendela transfer dibuka. Arsenal optimistis tawaran awal sebesar 75 juta poundsterling akan cukup untuk meluluhkan hati Newcastle agar melepas salah satu permata mereka. Namun, pihak The Magpies dikabarkan akan berjuang keras mempertahankan Gordon dan mematok harga yang lebih tinggi, yakni sekitar 95 juta poundsterling atau setara Rp1,9 triliun.

Keyakinan Arsenal bukan tanpa alasan kuat. Mereka meyakini Gordon sendiri terbuka untuk menjajal tantangan baru di London. Selain itu, klub memandang pemain internasional Inggris ini sebagai opsi kelas atas yang bisa menjadi pelengkap atau bahkan alternatif bagi Gabriel Martinelli di sisi kiri serangan. Di sisi lain, Newcastle bertekad kuat untuk tidak kehilangan aset berharga lainnya. Situasi ini membuat manajemen klub memasang "tembok tinggi" terhadap setiap pendekatan yang datang. Meski demikian, posisi Arsenal saat ini tetap dianggap paling menguntungkan dibandingkan rival-rival mereka di Liga Inggris.
Baca juga: Susu Lokal Didorong, Impor Dikendalikan!
Namun, pergerakan Arsenal di pasar transfer tidak hanya terfokus pada Gordon semata. The Gunners juga memantau bakat muda Paris Saint-Germain, Senny Mayulu. Gelandang serbaguna berusia 19 tahun ini memiliki kemampuan bermain di berbagai posisi, mulai dari gelandang serang, gelandang tengah, hingga penyerang. Musim ini, Mayulu telah menorehkan empat gol dan lima assist dari 28 penampilannya. PSG sebenarnya berupaya keras memperpanjang kontraknya yang akan berakhir pada Juni 2027, namun negosiasi yang tersendat membuka peluang bagi Arsenal, bahkan Chelsea, untuk masuk dalam perburuan. Untuk membawa Mayulu ke Inggris, PSG disebut menginginkan mahar sekitar 60 juta euro atau setara Rp1,02 triliun. Arsenal melihatnya sebagai investasi jangka panjang yang berpotensi menjadi penerus Kai Havertz.
Nama lain yang juga masuk dalam radar adalah gelandang Corinthians, Breno Bidon. Arsenal telah menjalin kontak dengan perwakilan pemain berusia 21 tahun ini sejak Januari lalu, dengan potensi biaya kepindahan sekitar 21 juta poundsterling atau Rp426 miliar. Bidon sendiri tidak menutup kemungkinan untuk berkarier di Eropa. Dalam sebuah wawancara, ia mengungkapkan mimpinya untuk bermain di Liga Champions dan tampil di level tertinggi dunia. Meskipun fokus utama Arsenal tetap pada sektor kiri serangan, jelas terlihat bahwa Mikel Arteta tidak hanya mencari solusi instan. Ia juga merancang strategi regenerasi jangka menengah untuk masa depan tim. Bursa transfer musim panas mendatang diprediksi akan menjadi momen krusial dalam membentuk wajah baru lini depan The Gunners.











Tinggalkan komentar