Anfield Angker Qarabag Hancur Enam Gol

El-Shinta

29 Januari 2026

2
Min Read

Ekonesia – Kekalahan telak menimpa Qarabag saat bertandang ke markas Liverpool. Juara Azerbaijan itu takluk enam gol tanpa balas di Anfield, sebuah pengalaman pahit yang tak hanya mengungkap perbedaan kualitas, tetapi juga kekuatan magis stadion legendaris tersebut.

Laga yang berlangsung pada Kamis dini hari itu menjadi debut Qarabag di stadion keramat Anfield. Hasilnya, sebuah pembantaian yang tak terhindarkan, menegaskan dominasi Liverpool yang tampil perkasa sepanjang 90 menit.

Anfield Angker Qarabag Hancur Enam Gol
Gambar Istimewa : gilabola.com

Pelatih Qarabag, Gurban Gurbanov, tak menampik bahwa atmosfer Anfield memiliki pengaruh besar. Ia bahkan menyebut stadion itu punya "aura berbeda" yang bisa menjadi mimpi buruk bagi tim tamu, sebuah pengakuan jujur tentang tekanan mental yang dihadapi anak asuhnya.

Pasukan Arne Slot menunjukkan performa luar biasa, memastikan kemenangan telak yang sekaligus mengamankan posisi tiga besar di fase liga Liga Champions. Kemenangan ini juga berarti tiket langsung ke babak 16 besar sudah di tangan mereka.

Statistik pertandingan menggambarkan betapa sulitnya Qarabag meladeni gempuran tuan rumah. Mereka dihujani 34 tembakan, enam di antaranya berhasil menembus jala Mateusz Kochalski. Alexis Mac Allister menyumbang dua gol, dilengkapi oleh Florian Wirtz, Mohamed Salah, Hugo Ekitike, dan Federico Chiesa yang masing-masing mencetak satu gol. Ini menjadi margin kemenangan terbesar Liverpool di era kepelatihan Arne Slot.

Bagi Qarabag, pertandingan ini adalah ujian mental yang sesungguhnya. Bermain di hadapan puluhan ribu suporter Liverpool di Anfield jelas menghadirkan tekanan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

Gurbanov mengakui, atmosfer Anfield sangat memengaruhi kepercayaan diri timnya, terutama di awal laga. Meski demikian, para pemain sadar mereka sebenarnya bisa tampil lebih baik. Evaluasi pun segera dilakukan, dengan kesepakatan bahwa performa di Anfield belum merefleksikan potensi sejati mereka.

Pengalaman ini, tegas Gurbanov, akan menjadi pelajaran berharga bagi Qarabag di masa depan, terutama jika mereka kembali menghadapi stadion dengan atmosfer serupa. Kekalahan telak ini bukan alasan untuk menyerah, melainkan pemicu untuk menyempurnakan pendekatan permainan.

Meski menelan kekalahan pahit, Qarabag tetap berhasil mengamankan posisi di 24 besar dan melaju ke babak play-off. Mereka kini berpotensi bertemu tim-tim raksasa seperti Paris Saint-Germain atau Newcastle United di babak selanjutnya.

Dari sudut pandang Ekonesia – pengalaman ini harus menjadi bekal berharga bagi Qarabag. Keberanian bermain harus diimbangi dengan kesadaran taktis dan kemampuan beradaptasi menghadapi tim dengan intensitas dan tekanan setinggi Liverpool. Terus berjuang Qarabag!

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post