Ekonesia – Sebuah babak penting dalam sejarah investasi global resmi ditutup. Setelah enam dekade memimpin Berkshire Hathaway, Warren Buffett, sang investor legendaris yang dikenal sebagai "Oracle of Omaha", pada Kamis 1 Juni 2026 secara resmi menyerahkan jabatan Chief Executive Officer (CEO) kepada Greg Abel. Momen ini menandai berakhirnya era kepemimpinan ikonik Buffett dan dimulainya lembaran baru bagi konglomerat raksasa tersebut.
Baca juga: Transisi Energi Adil? AHY Beri Ultimatum!
Pada hari terakhir Buffett menjabat sebagai CEO, Rabu waktu AS, saham Berkshire Hathaway menunjukkan pergerakan yang relatif stabil. Saham Kelas A ditutup melemah tipis 0,1% menjadi US$ 754.800, sementara Kelas B terkoreksi 0,2% di angka US$ 502,65. Namun, kinerja ini tetap unggul dibandingkan indeks S&P 500 yang justru merosot 0,7% pada periode yang sama, menunjukkan ketahanan perusahaan di tengah gejolak pasar.

Selama enam puluh tahun di bawah kendali Buffett sejak 1965, Berkshire Hathaway telah tumbuh menjadi kerajaan bisnis yang menghasilkan keuntungan luar biasa. Para investor awal yang mempercayakan modalnya pada perusahaan ini telah meraup imbal hasil fantastis, mencapai sekitar 6.100.000%. Angka ini jauh melampaui rata-rata pasar, di mana indeks S&P 500 "hanya" membukukan return sekitar 46.000% dalam kurun waktu serupa, termasuk dividen.
Baca juga: Kebakaran Hebat! Kapal PELNI Terbakar di Tanjung Priok
Tahun 2025 menjadi bukti ketangguhan Berkshire, tanpa pernah mencatat kerugian tahunan. Meskipun Buffett sempat menghadapi tantangan dalam menemukan target akuisisi besar untuk konglomerat bernilai US$ 1,08 triliun ini, perusahaan tetap kokoh dengan cadangan kas melimpah. Hingga akhir September 2025, Berkshire masih menyimpan dana tunai sebesar US$ 381,7 miliar, setara Rp 6.107,2 triliun.
Sosok yang kini memegang kendali penuh adalah Greg Abel, 63 tahun. Ia bukanlah nama baru di lingkungan Berkshire, telah bergabung sejak tahun 2000 pasca akuisisi MidAmerican Energy. Sejak 2018, Abel menjabat sebagai Wakil Ketua yang bertanggung jawab atas operasional bisnis non-asuransi. Pengalaman panjangnya di berbagai lini bisnis Berkshire menjadikannya pilihan alami untuk melanjutkan visi Buffett.
Kini, Abel mengemban amanah penuh atas seluruh operasional konglomerasi yang membentang luas, meliputi raksasa asuransi Geico, perusahaan kereta api BNSF, hingga merek-merek ritel ikonik seperti Dairy Queen dan See’s Candies. Tanggung jawab besar ini menuntut kepemimpinan yang kuat untuk menjaga momentum pertumbuhan perusahaan.
Dengan transisi ini, struktur manajemen puncak Berkshire Hathaway mengalami penyesuaian untuk memastikan kelangsungan dan pertumbuhan bisnis:
- Greg Abel (CEO): Bertanggung jawab penuh atas operasional keseluruhan grup, termasuk sektor energi dan manufaktur.
- Warren Buffett (Chairman): Meski telah lengser dari CEO, pria berusia 95 tahun ini tetap menjabat sebagai Ketua Dewan Komisaris dan akan terus berkantor setiap hari di Omaha, memberikan bimbingan dan dukungan kepada Abel.
- Ajit Jain (Vice Chairman): Tetap mengawasi divisi asuransi yang menjadi salah satu pilar utama Berkshire.
- Adam Johnson (CEO NetJets): Mengambil alih pengawasan unit produk konsumen, jasa, dan ritel, peran yang sebelumnya diemban oleh Abel.











Tinggalkan komentar