Ada Apa Dengan Laba Sari Roti Turun Drastis

Agus Riyadi

28 Februari 2026

2
Min Read

Ekonesia – Kinerja keuangan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), emiten di balik merek roti populer Sari Roti, menjadi sorotan setelah laporan terbarunya menunjukkan penurunan laba yang cukup drastis. Sepanjang tahun buku 2025, laba bersih perseroan tercatat anjlok hingga 29 persen, memicu berbagai pertanyaan di kalangan investor dan analis pasar.

Dalam rilis laporan keuangan yang baru saja dipublikasikan, ROTI melaporkan perolehan laba tahun berjalan sebesar Rp256,7 miliar. Angka ini jauh melorot jika dibandingkan dengan capaian pada periode sebelumnya yang berhasil membukukan laba sebesar Rp362,2 miliar. Penurunan signifikan ini mengindikasikan adanya tantangan yang dihadapi perusahaan dalam menjaga profitabilitasnya.

Ada Apa Dengan Laba Sari Roti Turun Drastis
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Penurunan laba bersih ini sejalan dengan terkoreksinya pendapatan perseroan. Pada tahun 2025, penjualan ROTI menyusut menjadi Rp3,76 triliun, dari sebelumnya Rp3,93 triliun di tahun 2024. Penurunan pendapatan ini mencerminkan kontraksi tipis sekitar 4,5 persen secara tahunan (year-on-year), memberikan tekanan pada margin keuntungan perusahaan.

Meski demikian, ada sedikit kabar baik dari sisi efisiensi operasional. Beban pokok penjualan ROTI tercatat membaik menjadi Rp1,76 triliun di tahun 2025, sedikit lebih rendah dibandingkan Rp1,78 triliun pada tahun sebelumnya. Perbaikan dalam pengelolaan biaya produksi ini menunjukkan upaya perseroan untuk menekan pengeluaran di tengah tantangan penurunan pendapatan.

Per 31 Desember 2025, total aset yang dimiliki perseroan mencapai Rp3,5 triliun. Komposisi aset tersebut terdiri dari aset lancar sebesar Rp968,5 miliar dan aset tidak lancar senilai Rp2,56 triliun. Sementara itu, total kewajiban (liabilitas) ROTI tercatat sebesar Rp1,49 triliun, dengan ekuitas atau modal pemegang saham mencapai Rp2,04 triliun. Data ini memberikan gambaran umum mengenai struktur keuangan dan kesehatan neraca perusahaan di akhir periode pelaporan.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post