Ekonesia Market – Kisah inspiratif datang dari sosok Masagung, atau yang dikenal juga sebagai Tjio Wie Tay, seorang pengusaha sukses di balik kejayaan Toko Buku Gunung Agung. Di puncak kesuksesannya pada era 1970-an, Masagung justru dilanda krisis spiritual yang mendalam. Kekayaan dan kedudukan yang tinggi membuatnya merasa khawatir terjerumus ke dalam perbuatan yang tidak baik.
Gunung Agung, yang telah berkembang menjadi pusat bisnis buku terkemuka di Indonesia, melebarkan sayap ke sektor pariwisata, perhotelan, hingga jasa penukaran uang. Kekayaan Masagung pun melambung, menjadikannya seorang miliarder. Namun, kemewahan ini justru membuatnya tidak nyaman.

Titik balik terjadi ketika Masagung bertemu dengan Ibu Tien Fuad Muntaco, seorang tokoh yang disebut memiliki kemampuan hipnotisme dan telepati. Pertemuan ini membawa Masagung pada hidayah, dan ia memutuskan untuk memeluk agama Islam.
Perubahan keyakinan ini membawa dampak besar dalam kehidupan Masagung. Ia menjadi lebih religius dan aktif dalam menyebarkan ajaran Islam. Melalui Yayasan Jalan Terang, ia membangun masjid, rumah sakit, dan museum Wali Songo. Ia juga aktif berdakwah dan menerbitkan buku-buku Islami.
Keputusan Masagung untuk memeluk Islam dipandang sebagai langkah positif dalam mencari kedamaian batin. Ia terus berupaya menyebarkan ajaran Islam hingga akhir hayatnya pada 24 September 1990. Kisah Masagung menjadi bukti bahwa kekayaan materi tidak selalu membawa kebahagiaan, dan pencarian spiritual dapat membawa perubahan positif dalam hidup seseorang. Artikel ini ditulis berdasarkan berbagai sumber, termasuk buku "Apa dan Siapa?" (2004), "Nusa Jawa Silang Budaya" (2009) karya Denys Lombard, dan "Southeast Asian Personalities of Chinese Descent" (2012) karya Leo Suryadinata, serta arsip berita ekonosia.com.
Tinggalkan komentar