Anjungan Baru ONWJ Berlayar! Produksi Migas Naik?

Rachmad

25 Juni 2025

2
Min Read
 Anjungan Baru ONWJ Berlayar! Produksi Migas Naik?

Ekonesia Ekonomi – PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) terus berupaya mendongkrak produksi migas nasional dengan mengirimkan topside anjungan OOA dari lokasi fabrikasi di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, menuju perairan Pantai Utara Jawa Barat. Pengiriman ini merupakan bagian dari Proyek Pengembangan Lapangan OO-OX.

Awang Lazuardi, Direktur Pengembangan dan Produksi PT Pertamina Hulu Energi, Subholding Upstream Pertamina, menyampaikan bahwa anjungan OOA diharapkan dapat meningkatkan produksi Lapangan OO-OX yang dikelola oleh PHE ONWJ. Langkah ini sejalan dengan visi Pertamina untuk mendukung swasembada energi, sesuai dengan program Astacita Presiden Prabowo Subianto.

 Anjungan Baru ONWJ Berlayar! Produksi Migas Naik?
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Sebelumnya, struktur jacket anjungan seberat 200 metrik ton telah dikirimkan pada Sabtu, 7 Juni 2025, dari lokasi yang sama. Kemudian, topside anjungan dengan bobot 530 metrik ton menyusul pada Selasa, 24 Juni 2025. Kedua struktur ini akan dirakit dan dihubungkan melalui pipa penyalur bawah laut berdiameter 12 inci sepanjang 14 km ke fasilitas Onshore Processing Facility (OPF) Balongan, Indramayu. Pipa bawah laut ini ditanam pada kedalaman 2 meter di bawah dasar laut, sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Anjungan OOA adalah bagian penting dari proyek pengembangan lapangan minyak dan gas OO-OX yang dikelola PHE ONWJ, yang bertujuan meningkatkan produksi migas nasional. Selain pembangunan anjungan, proyek ini juga mencakup pengeboran empat sumur pengembangan, yaitu OOA-1, OOA-2, OOA-3, dan OOA-4.

Lapangan OO-OX diperkirakan akan menghasilkan tambahan 2.996 barel minyak per hari (BOPD) dan 21,26 juta standar kubik gas per hari (MMSCFD) ketika mulai berproduksi pada kuartal pertama 2026.

Deputi Eksploitasi SKK Migas, Taufan Marhaendrajana, menekankan pentingnya penyelesaian proyek-proyek migas strategis untuk berkontribusi pada produksi migas nasional. "Terutama dalam menahan laju penurunan alamiah produksi migas melalui berbagai aktivitas pemeliharaan dan pengembangan, sekaligus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi," ujarnya. Demikian laporan dari ekonosia.com.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post