Tarif Listrik Diskon 50%! Siapa Saja yang Dapat?

Rachmad

26 Mei 2025

2
Min Read
 Tarif Listrik Diskon 50%! Siapa Saja yang Dapat?

TeraNews Bisnis – Jakarta, Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan enam program bantuan strategis mulai 5 Juni 2025 mendatang, sebagai upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5 persen. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa salah satu inisiatif utama adalah pemberian diskon tarif listrik sebesar 50% dari tarif normal untuk tagihan bulan Juni dan Juli.

Namun, diskon ini tidak berlaku untuk semua pelanggan. Sasaran utama adalah pelanggan listrik dengan daya 1.300 VA, yang mencakup sekitar 79,3 juta rumah tangga di seluruh Indonesia. "Stimulus ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua tahun ini," ujar Airlangga dalam keterangan resminya, Sabtu (24/5). "Momentum ini kita manfaatkan untuk membuat beberapa program yang dapat meningkatkan konsumsi masyarakat."

 Tarif Listrik Diskon 50%! Siapa Saja yang Dapat?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Selain diskon tarif listrik, berikut lima bantuan lainnya yang akan digulirkan pemerintah:

  1. Diskon Transportasi: Potongan harga untuk berbagai moda transportasi seperti angkutan laut, kereta api, dan pesawat selama masa libur sekolah di bulan Juni dan Juli 2025.
  2. Potongan Tarif Tol: Inisiatif ini menargetkan sekitar 110 juta pengendara.
  3. Tambahan Bantuan Sosial: Alokasi tambahan berupa kartu sembako dan bantuan pangan bagi 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
  4. Bantuan Subsidi Upah (BSU): Program serupa dengan yang pernah diterapkan saat pandemi COVID-19, ditujukan bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp3,5 juta. "Pemberian BSU ini mirip dengan saat COVID, namun dengan besaran yang lebih kecil," jelas Airlangga. Pada tahun 2022, BSU yang diberikan adalah Rp600 ribu untuk pekerja yang memenuhi syarat.
  5. Perpanjangan Diskon Iuran JKK: Perpanjangan program diskon iuran jaminan kecelakaan kerja (JKK) bagi buruh di sektor padat karya.

Pemerintah berharap bahwa kombinasi dari keenam bantuan ini akan menjadi stimulus yang signifikan untuk mengerek konsumsi masyarakat, mengingat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal sebelumnya hanya mencapai 4,87 persen.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post