TeraNews Bisnis – Ambisi mantan Presiden AS, Donald Trump, untuk memproduksi iPhone di Amerika Serikat tampaknya menemui jalan terjal. Para ahli dan bahkan mendiang Steve Jobs sendiri telah menyuarakan keraguan mendalam mengenai kelayakan ide tersebut.
Baca juga: CPNS KKP Digembleng Jadi Pemimpin Masa Depan
Jobs, dalam pertemuan dengan Presiden Obama pada tahun 2010, menyoroti kekurangan tenaga insinyur yang mumpuni di AS. Ia berpendapat, tanpa ketersediaan minimal 30 ribu insinyur, sulit bagi Apple untuk memindahkan pabriknya ke Amerika. CEO Apple saat ini, Tim Cook, pun sependapat dengan pandangan tersebut.

Lebih lanjut, Dan Ives dari Wedbush Securities, menyebut ide produksi iPhone di AS sebagai "dongeng". Ives memperkirakan harga iPhone bisa melonjak hingga US$3.500 (sekitar Rp56,8 juta) jika diproduksi di Amerika. Hal ini disebabkan ekosistem produksi yang kompleks telah terbangun di Asia, dan Apple membutuhkan investasi besar, sekitar US$30 miliar (Rp487 triliun), serta waktu 3-10 tahun untuk memindahkan rantai pasokannya.
Baca juga: KAI Pangkas Harga Tiket! Ekonomi Daerah Bergairah?
Trump sendiri telah lama mendesak Tim Cook untuk memproduksi iPhone di AS, bahkan mengancam dengan tarif 25% jika tidak dilakukan. Namun, dengan berbagai kendala yang ada, mimpi "iPhone Made in USA" tampaknya masih jauh dari kenyataan.











Tinggalkan komentar