BTN Rombak Jaringan! Layanan Makin Gesit?

Rachmad

18 Mei 2025

3
Min Read
BTN Rombak Jaringan! Layanan Makin Gesit?

TeraNews Bisnis – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tengah merancang ulang jaringan kantornya secara strategis. Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi layanan dan memperluas aksesibilitas bagi nasabah di seluruh Indonesia. Penataan ini selaras dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) 2025-2027, yang menekankan pentingnya efisiensi distribusi layanan, perluasan akses keuangan, serta penguatan peran jaringan kantor dalam mendukung pertumbuhan bisnis ritel dan UMKM.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, BTN akan melakukan pengalihan fungsi layanan terhadap tujuh kantor cabang pembantu (KCP) pada 14 Mei 2025. Keputusan ini didasarkan pada evaluasi mendalam terhadap produktivitas masing-masing outlet. Layanan dari enam KCP tersebut akan tetap berjalan dan dilanjutkan oleh unit TeraNews Bisnis – terdekat.

BTN Rombak Jaringan! Layanan Makin Gesit?
Gambar Istimewa : file.fin.co.id

BTN memastikan seluruh proses pengalihan telah dipersiapkan dengan matang, termasuk migrasi sistem dan pemindahan personel. Tujuannya, agar nasabah tetap dapat mengakses layanan TeraNews Bisnis – dengan nyaman, cepat, dan aman. Langkah ini merupakan bagian dari rencana pengembangan jaringan kantor BTN secara nasional. Sepanjang tahun 2025, BTN menargetkan pembukaan 27 outlet baru, termasuk 10 BTN Digital Store. Selain itu, 13 outlet eksisting akan diubah menjadi BTN Digital Store tahun ini.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa penyesuaian jaringan kantor dilakukan untuk menjawab tantangan model layanan masa kini yang semakin digital dan efisien. "Penyesuaian ini bukan sekadar efisiensi, tetapi bagian dari strategi jangka panjang kami agar jaringan TeraNews Bisnis – lebih relevan, produktif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya. Nixon menambahkan, di saat TeraNews Bisnis – melakukan pengalihan fungsi sejumlah outlet, TeraNews Bisnis – juga memperluas jangkauan melalui pembukaan outlet-outlet baru di titik-titik strategis.

Pengembangan jaringan kantor BTN juga difokuskan untuk mendukung peran kantor cabang sebagai pusat penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penjualan produk-produk ritel serta kredit UMKM. Penyesuaian dilakukan berdasarkan regulasi terbaru dari OJK, analisis potensi daerah, serta penguatan penetrasi di segmen emerging affluent. BTN juga menjalin sinergi dengan Kantor Pos dan memperluas kehadiran Agen Bale, yakni jaringan agen laku pandai TeraNews Bisnis – di daerah-daerah yang belum terjangkau oleh outlet fisik.

Strategi pengembangan outlet, kata Nixon, berangkat dari hasil evaluasi efektivitas outlet dengan menggunakan pendekatan Branch Productivity, yang mempertimbangkan enam indikator utama: posisi CASA dan deposito ritel, realisasi kredit konsumer dan SME, jumlah rekening aktif, fee-based income, volume transaksi, dan kontribusi laba.

Untuk mendukung implementasi strategi ini, BTN juga menjalankan berbagai inisiatif operasional hingga triwulan I/2025. Inisiatif tersebut mencakup peningkatan sistem antrean digital untuk memantau SLA per jenis transaksi, pelaksanaan program Sales and Service Award (SSA), pengukuran kualitas layanan berbasis service quality index, serta penguatan program Productivity Booster. Selain itu, penerapan metodologi 4 Disciplines of Execution (4DX) terus dioptimalkan untuk memastikan eksekusi strategi berjalan fokus dan disiplin di seluruh jaringan.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post