Kisah Inspiratif Wanita Tani Kaki Gunung Ciremai!

Rachmad

11 Mei 2025

2
Min Read
Kisah Inspiratif Wanita Tani Kaki Gunung Ciremai!

TeraNews Bisnis – Dari kaki Gunung Ciremai, Jawa Barat, terukir kisah inspiratif Hayanah, perempuan tangguh berusia 59 tahun yang sukses memimpin Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Mandiri. Berawal dari keterpurukan ekonomi pasca krisis 1998, Hayanah dan keluarganya kembali ke kampung halaman di Kuningan. Bukannya menyerah, ia justru menemukan peluang emas di balik ubi jalar.

Pada tahun 2009, Hayanah mendirikan KWT Sri Mandiri bersama para ibu rumah tangga lainnya. Modal awal mereka hanya Rp5.000 per bulan dari iuran anggota dan simpanan pokok Rp20.000. Berbekal kegigihan dan semangat belajar, mereka bereksperimen mengolah ubi jalar menjadi berbagai produk. Kegagalan demi kegagalan tak menyurutkan langkah mereka. "Ini bukan sekadar usaha, tapi juga cara kita menuntut ilmu dan membantu keluarga," ungkap Hayanah.

Kisah Inspiratif Wanita Tani Kaki Gunung Ciremai!
Gambar Istimewa : file.fin.co.id

Kini, KWT Sri Mandiri telah berkembang pesat. Lebih dari 100 anggota aktif memproduksi aneka olahan ubi jalar yang dipasarkan hingga ke lebih dari 1.400 gerai minimarket di wilayah Cirebon-Brebes. Produk mereka bahkan telah menembus pasar internasional, meskipun masih dalam skala kecil, ke Malaysia dan Korea. Pandemi sempat menghambat ekspor ke Bali, namun KWT Sri Mandiri fokus memperkuat pasar domestik di Jabodetabek dan Cirebon.

Sukses KWT Sri Mandiri tak lepas dari peran Bank Rakyat Indonesia (BRI). Pada 2010, Hayanah memperoleh pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI yang menjadi modal awal pengembangan usaha. KUR tersebut digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi, membeli mesin, membangun fasilitas, dan bahkan membeli tanah untuk perluasan rumah produksi. Pada 2022, BRI Peduli juga memberikan bantuan peralatan usaha untuk pengolahan tepung berkapasitas 40 kilogram.

Lebih dari sekadar dampak ekonomi, KWT Sri Mandiri telah memberdayakan perempuan desa. Para anggotanya kini memiliki penghasilan dan kemandirian finansial, berkontribusi nyata bagi perekonomian keluarga dan pembangunan desa. "Kami bukan hanya mencari uang, tetapi juga ilmu dan kebersamaan. Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan punya kekuatan untuk bertahan dan berkembang," tegas Hayanah. Kisah Hayanah menjadi bukti nyata bahwa semangat pantang menyerah dan dukungan permodalan yang tepat dapat mengubah hidup dan masa depan.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post