Rahasia di Balik Tutupnya Supermarket Raksasa!

Rachmad

10 Mei 2025

2
Min Read
Rahasia di Balik Tutupnya Supermarket Raksasa!

TeraNews Bisnis – Dunia ritel Indonesia kembali dihebohkan dengan kabar penutupan sejumlah supermarket besar. Bukan hanya pemain lokal, beberapa waralaba internasional pun ikut angkat kaki. Teranews.id menelusuri jejak tiga supermarket yang telah gulung tikar atau akan segera tutup hingga Mei 2025, mengungkap berbagai faktor di baliknya.

Pertama, GS Supermarket, pemain asal Korea Selatan, dipastikan akan menutup seluruh 10 gerainya di Indonesia pada akhir Mei 2025. Konfirmasi ini disampaikan langsung oleh Ketua Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan (Hippindo), Budihardjo Iduansjah. Budihardjo menyebut minimnya perkembangan dan pangsa pasar yang kecil sebagai penyebab utama penutupan. Menariknya, Budihardjo mengindikasikan adanya pihak lain yang akan mengambil alih gerai-gerai tersebut, meski belum mau membeberkan detailnya. Strategi takeover ini menjadi hal yang lumrah di industri ritel.

Rahasia di Balik Tutupnya Supermarket Raksasa!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Selanjutnya, LuLu Hypermarket, raksasa ritel dari Uni Emirat Arab, sempat diterpa isu kebangkrutan dan penutupan gerai di awal April 2025. Gerai-gerai di Cakung dan Sawangan terlihat sepi dan menggelar diskon besar-besaran hingga 90 persen. Namun, Corporate Affairs Director LuLu Group International, Luthfi Husin, membantah isu tersebut. Ia menjelaskan diskon besar-besaran itu merupakan bagian dari strategi perubahan lini bisnis, mengingat lesunya pasar hypermarket saat ini.

Terakhir, Giant, yang telah lebih dulu menutup seluruh gerainya pada Juli 2021, menjadi contoh nyata dampak perubahan perilaku konsumen. Rentetan kerugian yang dialami sejak 2017 memaksa Hero Supermarket, induk perusahaan Giant, untuk menutup seluruh operasionalnya. Keputusan ini berdampak pada PHK sekitar 7.000 karyawan, namun Hero menyatakan akan memfokuskan sumber daya pada lini bisnis lain seperti Guardian, IKEA, dan Hero Supermarket.

Ketiga kasus ini menjadi gambaran dinamisnya industri ritel Indonesia. Faktor internal seperti strategi bisnis yang kurang tepat dan persaingan yang ketat, serta faktor eksternal seperti perubahan perilaku konsumen, menjadi tantangan besar yang harus dihadapi para pemain ritel untuk tetap bertahan.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post